TOP I (kekuatan di balik “yang awal”)

Kita tidak sedang bicara merk sebuah oli yang diiklankan di televisi, ataupun tentang artis yang sedang ngetop bulan ini Saat ini kita akan membicarakan tentang betapa berharganya sesuatu, yaitu “awalan”. Maksudnya gimana? Daripada kelamaan bingung, langsung kita mulai saja.

Sebagai seorang pemuda, kita pasti punya seribu cita-cita. Termasuk cita-cita punya potensi atawa kemampuan yang hebat. Contoh kecil aja misalnya yang belum bisa renang pengin bisa renang, yang punya teman pengusaha sukses, pengin juga jadi pengusaha sukses, ada juga yang punya teman penulis pengin juga jadi penulis, dan lain sebagainya. Sayang, untuk menjadi itu semua rasanya sangat sulit untuk memulainya. Sehingga sampai saat ini kita masih saja jalan ditempat sambil membayangkan semua cita-cita itu, sementara kesuksesan orang lain terlihat semakin mempesona. Selama ini kita merasa takut untuk memulai sebuah perjalanan panjang menuju kesuksesan. Takut gagal. Padahal, andai saja kita tahu bahwa ada sesuatu yang besar dibalik langkah awal yang kita lakukan.

Seorang pelari marathon, untuk mencapai garis finish harus melakukan langkah pertamanya. Seseorang yang ingin ke lantai atas melalui tangga, maka ia harus melalui anak tangga yang pertama. Langkah awal terasa sangat sulit di benak kita. Ketika kita ingin punya kebiasaan baik pun, hobi membaca misalnya, sulit rasanya untuk memulainya. Persis seperti orang naik sepeda. Kayuhan pertama rasanya sangat berat. Tapi jikalau kita meneruskan kayuhan itu, pastilah akan terasa semakin ringan.

GOL : Prestasi yang Memotivasi
Ketika penulis berada di FSRMY, penulis melihat ada banyak alumni FSRMY telah berubah menjadi orang-orang hebat. Mereka adalah orang-orang yang telah membuat “Gol” (baca: sukses membuat acara besar) di FSRMY. Salah satu FSRMY Trainer misalnya. Namanya Akh Sulfie dari Patangpuluhan. Ketika beliau dulu mendapat amanah sebagai Ketua Biro P2RM FSRMY, beliau pernah membuat sebuah seminar tentang lebah madu, yang dilaksanakan di sebuah Hotel terkenal di Malioboro. Mungkin awalnya nekat. Sampai-sampai harus berhutang untuk mendapatkan modal awal, karena sewa tempat di hotel tersebut memang mahal. Namun ketika acara ini sukses, dengan segenap perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan, efeknya luar biasa. Akh Sulfie menjadi orang yang sangat PD dan produktif. Atau Akh Lukman Hakim dari Kraton dengan Liga Remaja Masjid se-Jogjanya. Beliau telah menjadi orang yang merasa PD untuk menciptakan kesuksesan-kesuksesan lain. Itulah “gol-gol” yang akan memotivasi kita untuk menciptakan “gol-gol” baru. Persis seperti seorang stricker sepak bola. Ia membutuhkan gol pertamanya untuk menciptakan gol-gol selanjutnya, karena gol pertama itulah yang akan memotivasinya.

Betapa Hebat Orang yang Mengawali
Orang yang mengikuti sebuah usaha MLM (Multi Level Marketing) sejak awal didirikan, dibanding orang yang mengikuti usaha itu belakangan biasanya lebih sukses orang yang ikut sejak awal. Karena orang yang ikut belakangan, biasanya akan turut mendongkrak kesuksesan pendahulunya. Mirip dengan orang yang mengajarkan kebaikan, kemudian orang lain mengikutinya. Maka ketika orang yang mengikuti yadi mendapat pahala, orang pertama tadi juga akan “kecipratan” pahala orang kedua tanpa mengurangi pahala orang kedua. Karena itulah generasi sahabat, tabi’in, serta tabi’ut tabi’in adalah generasi terbaik umat ini. Karena merekalah “Sang Awalan” yang akan senantiasa mendapatkan limpahan pahala dri setiap kebaikan yang kita lakukan.

Ibda’ bi nafsik, mulailah dari dirimu sendiri. Itulah prinsip kita dalam berdakwah. Ketika kita mampu memulai kebaikan dari diri kita, niscaya setiap ajakan kebaikan kita pasti akan lebih besar peluangnya untuk diikuti. Ucapan kita akn mempunyai ruh, jikalau kita mengawalinya dengan mengamalkan lebih dulu apa yang kita serukan.

Intinya….

Ternyata, sesuatu yang awal itu sangat mahal harganya. Walaupun berat untuk mengawali, tapi harga mahal itu akan terbayar dengan semua yang akan kita dapatkan kemudian. Bagi yang masih merasa minder atau takut membuat agenda dakwah yang besar, mulailah dengan membuat gol-gol kecil. Buatlah sebanyak mungkin dan perbesar terus gol-gol itu.

Mari kita mulai setiap perjuangan mencapai cita-cita kita dengan sabar dan pantang menyerah. Ingat kayuhan pertama pastilah berat. Kayuhan selanjutnya akan terasa semakin ringan. Selamat membuat “sesuatu yang awal”.
>

[taken form http://www.fsrmy.org]

Be Sociable, Share!
Categories: Care and Share

Leave a Reply