What’s 3G ?

3G
Ya, akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat iklan dan pembicaraan tentang teknologi 3G (baca : tri ji) di dunia telekomunikasi. Meskipun isu ini sempat memanas di kalangan vendor penyedia jasa layanan telekomunikasi (semacam Telkomsel, Excelcom, Indosat), namun masyarakat sampai saat ini masih ‘buta’ tentang 3G, bahkan mereka hanya sekedar tahu bahwa 3G adalah added value (nilai tambah) saja yang tidak akan menggeser dominasi voice call dan SMS dalam pertukaran informasi. Is that right ? Kita akan coba bahas sedikit tentang 3G ini …

Layanan 3G pada dasarnya adalah layanan seluler dengan transfer data berkecepatan sangat tinggi. Kecepatan transfer minimal layanan 3G adalah 3 megabyte (MB) per detik . Dengan kecepatan tersebut, pelanggan bisa menikmati aneka layanan baru, seperti menonton video klip, film hingga televisi di ponsel, akses internet berkecepatan sangat tinggi, atau konferensi video.

TV Mobile merupakan salah satu konten yang akan disediakan operator yang menyediakan layanan 3G di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, selain XL ada empat operator lain penyedia layanan 3G di Indonesia. Layanan ini diperkirakan akan tersedia pada semester kedua tahun 2006.

Dengan teknologi 3G, seorang pengguna telepon seluler (ponsel) nantinya dimungkinkan dapat melihat situasi ruang kelas anaknya melalui video call. Seorang karyawan dalam perjalanan menuju ke kantor dan di tengah-tengah kemacetan tetap dapat menonton acara televisi melalui ponsel, seorang ibu yang sedang berbelanja ke pasar swalayan tetap dapat memantau anaknya di rumah. Seorang pemimpin perusahaan dapat melakukan rapat melalui conference call, tanpa harus bertatap muka langsung.Tentu banyak lagi kegiatan ke seharian yang dapat dipermudah, dari sisi waktu maupun kocek.

Dari sisi teknologi, layanan 3G terbilang baru karena negara yang mengaplikasikan layanan ini masih sedikit atau dapat dihitung dengan jari.Selama ini para praktisi dan operator sering membicarakan berbagai kelebihan serta fitur dari teknologi 3G, mulai dari kualitas suara yang lebih jernih, kanal suara yang jauh lebih banyak di tiap menara pemancar (Node B), juga fitur data yang sanggup mengantarkan berbagai aplikasi multimedia ke tiap pelanggan. Penggunaan telepon seluler saat ini masih didominasi layanan suara dan layanan pesan singkat (SMS) yang jumlahnya bisa mencapai 99 persen.

Kontribusi kedua layanan ini terhadap pendapatan para operator seluler cukup tinggi, yaitu 70-85 persen dari suara, sementara SMS antara 10-25 persen, selebihnya 5 persen dari layanan data. Menilik prospek layanan 3G di Indonesia, sebetulnya tidak terlalu susah bagi operator seluler untuk mensiasati pasarnya. Selain pasarnya besar, gaya hidup masyarakat di Indonesia juga cenderung lebih akomodatif terhadap setiap fitur baru layanan telekomunikasi.

Saling klaim yang terunggul pun dimulai. Sesuai ketentuan pemerintah, layanan seluler 3G baru dapat dikomersialiasi setelah melalui proses uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel, Depkominfo. PT Excelcomindo Pratama Tbk, merupakan salah satu operator yang langsung memperoleh lisensi ULO di enam kota Indonesia sekaligus, meliputi Jabotabek, Medan, Batam, Bandung, Surabaya, dan Denpasar.

Tidak tanggung-tanggung, XL juga telah memiliki kerjasama jelajah (roaming) internasional dengan operator terkemuka Celcom di Malaysia, M-1 (Singapore), Telstra (Australia) dan Hongkong CSL (Hongkong), menyusul sejumlah operator lainnya seperti SmarTone (Hongkong), Hutchinson 3G (Australia) dan Hutchinson 3G (Hongkong).

XL sendiri mengklaim memiliki layanan 3G terluas, dengan akses tercepat karena didukung teknologi 3,5 G yaitu High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).

Sementara PT Telkomsel mengklaim paling pertama menggelar komersialisasi 3G, sedangkan PT Indosat Tbk meski telah mendapat lisensi ULO menyatakan mulai akan menggelar pada November 2006.

Terus, apa saja yang diperlukan untuk mendukung teknologi ini ?

Menyambut kehadiran layanan ini di Indonesia, sejumlah vendor ponsel berencana menghadirkan sejumlah ponsel berteknologi 3G. Sony Ericsson, misalnya, menyiapkan tak kurang dari delapan ponsel 3G tahun ini.

Langkah yang sama ditempuh vendor lain. Samsung, misalnya, akan merilis sejumlah ponsel 3G untuk pasar Indonesia. ”Dalam waktu dekat kami akan mendatangkan Z540,” kata Direktur Samsung Electronic Indonesia, Lee Kang Hyun. Z540 dikenal sebagai ponsel 3G yang tipis.

Nokia juga berencana mendatangkan sejumlah ponsel 3G, termasuk seri E dan N terbaru. Yang menarik, Nokia juga akan mendatangkan ponsel 3G paling kecil dan paling tipis di keluarga 3G Nokia, yakni N6233.

Berbeda dengan kebanyakan ponsel 3G yang memiliki kamera ganda, N6233 justru tidak dilengkapi kamera VGA untuk mendukung panggilan video maupun konferensi video. Ponsel ini dirancang untuk mendukung akses internet berkecepatan tinggi melalui ponsel. Pertimbangannya, layanan 3G tidak hanya terfokus pada layanan nonvoice, namun juga memperkuat layanan voice.

Dari berbagai konten 3G yang ditawarkan operator, boleh jadi konten TV Mobile akan menarik perhatian pelanggan seluler. Layanan TV Mobile, saat ini amat populer di Eropa. Apalagi menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2006.

Hutchinson Italia, misalnya. Operator yang menyediakan layanan 3G ini, secara khusus membeli hak penayangan Piala Dunia melalui ponsel, untuk pelangganya. Hutchinson tak sendirian. Ada banyak operator seluler global yang melakukan langkah serupa.

Untuk menikmati tayangan televisi di ponsel, tersedia aneka ponsel. LG Electronics, misalnya, menyiapkan sejumlah ponsel berteknologi Mobile TV. Produk dimaksud, antara lain LG U900. Pada ponsel UMTS (WCDMA) ini dibenamkan teknologi DVB-H yang memungkinkan penggunanya menikmati tayangan televisi melalui ponsel. LG menggandeng Hutchinson untuk memasarkan produk terbarunya.

”LG-U900 merupakan ponsel UMTS (WCDMA) yang dilengkapi dengan teknologi DVB-H pertama didunia,” ujar Kenn Suh, Executive Vice President of LG Electronics Mobile Communications. Dengan ponsel berdesain side wing ini, pengguna bisa menikmati tayangan televisi tiga jam terus menerus.

DVB-H merupakan pengembangan lebih lanjut dari Digital Video Broadcasting (DVB)-H, suatu standar teknologi siaran televisi digital terestrial di Eropa. Teknologi ini mampu menghadirkan transfer data berkecepatan tinggi, berbagai layanan televisi, gambar beresolusi tinggi dan mendukung layanan siaran bergerak.

Selain DVB, terdapat teknologi lain untuk mendukung akses siaran televisi melalui telepon seluler. Teknologi dimaksud adalah Terrestrial Digital Media Broadcasting (T-DMB). Salah satu vendor yang mengembangkan teknologi ini adalah Samsung Electronics. Vendor asal Korea Selatan ini, belum lama ini memperkenalkan SGH-P900. Sebagaimana LG-U900, SGH P900 bisa dimanfaatkan untuk menikmati tayangan televisi di ponsel. Dua produk ini, disiapkan untuk pasar Eropa.

Layanan yang sama, boleh jadi, bakal dinikmati pelanggan seluler di Indonesia. Layanan serupa telah dirintis Nokia. Bekerjasama dengan PT Elang Mahkota Teknologi, Nokia merintis pilot project layanan TV Mobile di Indonesia yang akan dirilis semester kedua tahun 2006. Nokia menawarkan N-92 yang dilengkapi teknologi DVB-H, sementara Elang Mahkota Teknologi melalui anak perusahaan PT Mediatama Citra Abadi dan SCTV akan menyediakan konten.

Yang perlu digarisbawahi adalah, semua yang ada merupakan pilihan dari kebutuhan. Mengikuti trend tidak selalu berbanding lurus dengan kebutuhan, meskipun terkadang kebutuhan ditentukan oleh trend. Bagi masyarakat yang menggantungkan sebagian hidupnya pada pekerjaan dan rutinitas yang sifatnya mobile (bergerak, berpindah tempat) dan harus melakukan banyak hal di saat yang sama (pertemuan, mengerjakan tugas, memantau kinerja perusahaan atau kantor, bertemu muka dengan lawan bisnis), tentu teknologi 3G sangat membantu. Tapi bagi mereka yang tidak terlalu akrab dengan aktivitas-aktivitas di atas (setidaknya untuk saat ini, entah beberapa tahun ke depan), teknologi 3G belum akan menjadi sesuatu yang akrab bagi mereka. Sebagaimana teknologi voice call dan SMS pada mobile phone (yang bahkan saat ini tukang becak pun butuh), teknologi 3G butuh waktu untuk lebih akrab dengan masyarakat.

Sumber :
1. Antara
2. Republika Online
3. Excelcomindo

Be Sociable, Share!

11 Comments

  • Ririn says:

    belon pny hengpon 3G :( tp dah nyoba layanannya
    katanya untuk T-SeL nanti baik video call ma mobile TV di kenakan cash 1800 per menit
    anjroyyy … mahal bow mnurut gw

  • massunu says:

    iya dunks, semua yang baru mah mahal di indon. lha dasar negara ini tuh kagak ada yang bisa dilakuin, kecuali beli dan beli dari orang lain ….

  • proe says:

    3G emang bagus banget, makanya aku penasaran n q jadiin bahan skripsi tapi….. ternyata pu………..si…….ng gara2 3g nyangkutnya susa…h!! minta doanya ya mas..!!??

  • woke deh … hehehe, mas. mendingan situ langsung observasi aja ke salah satu vendor telekomunikasi yang udah memanfaatkan 3G , XL , indosat, atawa telkomsel

  • akira says:

    se7 sekali dgn pesan yang bercetak miring, memang sgl sesuatunya harus disesuaikan dng kebutuhan. Rugi bgt kalo punya perangkatnya tapi ga bisa manfaatin teknologi yang disertakan. :D
    Salam…………..

  • Anang says:

    Saya tidak tertarik dg mobile tv atau video call. Saya cuma tertarik sama koneksi internetnya saja. Berapa sih biaya akses internet via 3g ? Apa dihitung per kb atau per jam akses ?

  • massunu says:

    kalo setahu saya sich tetep diitung per kb nya mas. tapi coba deh, cari2 info ke XL, indosat or Telkomsel. saya aja belom punya HP 3G, tapi kalo nyoba sich udah pernah ….

  • haqqy_chubby says:

    layaNan 3g….ok bgd,,qt bs slg tatap muka satu sama lain..tp,biayanya mahal bowwwwww

  • haqqy_chubby says:

    layanan 3g ok bgd,,,tp,, biaya nya mahal bgd,,tlg dunxx d pertimbangkan

  • cie says:

    3G nambah bikin jarak tak berarti,,he..jauh juga tetep bisa video call. Malah sekarang ini ak mo bhas buat skripsi. Ada yang bisa berbagi info buat bahan?

  • rhesa says:

    bang sunu dmn c gw bisa dpt informasi tentang 3G, bahkan yg sampe bisa ketemu ma org yg ngerti 3G bang, tolong bang ini untuk skripsi gw bang,tlng ya bang

Leave a Reply