Memformat Mac ? Baca dulu yang satu ini ….

Kemarin iBook G4 ku (masi Power PC, bukan Intel) untuk pertama kalinya diformat total, habis bis, dan sempat menyisakan rasa penasaran karena ada sebuah kesalahan dalam mengarahkan hak akses untuk harddisk partisi yang kedua, yang akan menjadi gudangnya data-data penting, semacam dokumen, musik dan masih banyak lagi, tentu tak lupa data-data kuliahan dan data-data proyek yang masih dalam pengerjaan. Ya, ini terjadi saat saya mencoba mengarahkan path default user saya, ke partisi baru yang dibuat.

Kesalahan ini rupanya berpangkal pada hak akses partisi yang tidak dimiliki oleh user “macsuntzu” (ini nama user saya), sebuah user yang menjadi user setara administrator (root), yang dibuat secara default saat instalasi pertama kali. Celakanya, perintah chown yang seharusnya menjadi perintah dasar unix untuk mengotak-atik kepemilikan sebuah file, ternyata tidak disertakan dalam DVD instalasi Mac OS X. Parahnya, kesalahan dalam mengarahkan path akses user “macsuntzu” ini membuat user tidak bisa login ke dalam home usernya dan akibatnya fatal, user tidak bisa masuk ke dalam desktop Mac OS X. Huh…. terpaksa diformat ulang untuk yang kedua kalinya dech …

Ada sebuah pelajaran berharga dari peristiwa naas hari Jum’at (tanggal 10 November) kemarin :

1. Bagi temen-temen yang baru saja membeli komputer Mac, jangan lupa untuk segera mempartisi harddisknya, dan membedakan partisi System (berisi sistem operasi Mac OS X) dan data. Dari pengalaman banyak orang, partisi ternyata meningkatkan performa dan kecepatan (ih, Wind*ws banget ya ? But, it’s real lho!). Pastikan partisi system Anda cukup untuk instalasi program pokok (sistem operasi dan tetek bengeknya), berikut program lainnya (ya, saya mengalokasikan 30GB hanya untuk system saja ! Ingat Mac OS X masih memerlukan banyak update loh. So, jangan lupa untuk mempertimbangkan space buat update-an juga …).

2. Untuk membandingkan performa, cara yang termudah adalah gunakan spotlight untuk mencari data anda. Bandingkan kecepatannya, sebelum dan sesudah diformat. (tentu setelah spotlight melakukan indexing file secara menyeluruh)

3. Setelah format dan partisi harddisk, jangan lupa melakukan hal-hal berikut ini :
– beri password pada root Anda, lakukan sudo su dan masukkan command “passwd root” untuk memberi password pada root Anda. Ini sangat bermanfaat untuk langkah-langkah rescue (penyelamatan data).
– ubah tampilan login anda. Pastikan tertampil form isian untuk user dan password. Jangan menggunakan pilihan login dengan simbol user (gambar user). Login dengan menggunakan form isian user dan password akan memungkinkan kita untuk masuk sebagai root, tentu dengan mengisikan user “root” dan passwordnya pada prompt login.

4. Bila Anda sudah menggunakan Mac Anda, dan Anda ingin memformatnya (seperti saya ini ..), pastikan selain back up data pribadi, Anda juga membackup data Library user Anda. Ini penting, mengingat semua setting dan preferences aplikasi ditulis di sini. Lokasinya biasanya pada /Users/Library

5. Oya, backup juga Library iTunes dan iPhoto. Jangan lupa, jika Anda adalah kolektor widget, backup juga widgetnya. Terus jangan lupa address book, mail application (kalo anda memanfaatkannya).

6. Oke, ini yang terpenting juga, pastikan Anda melakukan listing aplikasi apa saja yang sudah pernah terinstall di Mac Anda dan pastikan Anda memiliki file installer atawa masternya. Ini akan menghemat memori di otak Anda yang akan Anda gunakan untuk mengingat-ingat aplikasi apa saja yang sudah pernah Anda install. Dengan menyempatkan diri mencatat, Anda selangkah lebih cerdas dibandingkan orang lain yang memformat komputermnya, sebagaimana yang Anda lakukan.

7. Last but not least, minta tolong kenalan Anda, atau teman Anda yang sudah pernah memformat komputer Mac, untuk menemani Anda, kalau-kalau Anda butuh pertimbangan dan saran berdasar pengalaman mereka. Tentu, dua kepala yang bermusyawarah akan lebih baik dari satu kepala yang melakukan sebuah hal dengan gegabah. (ya, jangan sampai pengalaman saya di atas terulang deh, pokoknya banyak pertimbangan kalo kita belum tahu terhadap sebuah hal, kalo perlu baca manual dulu juga gak masalah).

Oke, ini kayaknya, Seven Things for Mac OS X Geeks yang harus Anda perhatikan. Jangan sungkan dan malu bertanya. Semoga bermanfaat ….

Be Sociable, Share!
Categories: Mac

5 Comments

  • Ririn says:

    Wuih, baru 2 bln yg lalu aq beli macbook
    labtop mac yg intel, jadi bisa double booting win dan mac

    Nah masalahnya aq blash sama skali blm pernah make mac
    kmaren karena aq gak tau caranya nginstall windows di mac, akhirnya aq minta tolong vendor tmp aq beli untuk nginstalling, tp masalahnya partisi untuk windows hny di kasi 5 G, wiekkksss … emang sie, uda ada Mac OS ngapain make windows, tp ada bbrp software yg kudu make windows, apalagi software2 untuk kuliah

    caranya nambah partisi windows-nya gmn yak?
    trus juga, partisi Mac aq cuma ada satu doank, gmn yak klo mo bikin partisi baru?

    haiyaaa … aq kebanyakan nanya yak? hiks soirrr …

  • massunu says:

    hehehe…wah, itu mah kudu diformat ulang lagi Mac nya, udah kagak bisa ditambah partisinya. Ada solusi yang cukup tepat, panjenengan beli harddisk (drive) external dan simpan semua data di sana. So, berapapun partisinya, data tetep aman di harddisk external

  • spam says:

    aku spam yang baik hati loh

  • romi septian andri susilo says:

    mas saya itu sekolah di bidang reknik komputer dan jaringan.sayaminta tolong bagaimana cara untuk mempartisai hardisk sekaligus memformatnya.karena saya belum benar-benar bisa melakukannya.tolong di balas

  • massunu says:

    @ romi ..

    wah, anda ndak nyantumin email sih. Gimana saya mau balesnya ?
    Heheheh…..

Leave a Reply