Escape from University

Wedew, judulnya koq serem sich ? Iya, judul di atas masih kalah serem dengan realitas yang ada di kampus-kampus saat ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang Syndrome Mahasiswa Tua, dan masih terus terjadi sampai saat ini, dan inilah masa-masa yang harus saya lewati. Umur akademik saya sudah tidak lagi muda untuk ukuran seorang mahasiswa teknik. Tahun ini sudah menjadi tahun ke-4 saya mendekam di sebuah fakultas teknik, di UGM. Bukan sebuah cerita lama, kalau banyak mahasiswa yang sukses masuk universitas, tapi keluarnya nggak sukses. Bukan karena ia bodoh, karena saya yakin, anak-anak UGM, ITB, ataupun universitas-universitas non negri lainnya, pasti punya kadar otak yang cukup saat memilih tempat ia menuntut ilmu. Bisa jadi karena ia terlalu sibuk berwirausaha, atau mempunyai masalah keluarga. Bisa jadi juga ia udah kebelet kawin sebelum lulus, sehingga konsentrasi menyelesaikan tugas akhir terpecah dengan konsentrasi untuk belajar menyayangi istri / suami.

Bisa juga karena kekurangan biaya, tapi ini pun masih bisa diatasi bila ada motivasi kuat untuk mengajukan beasiswa. Dan yang paling keterlaluan adalah alasan ini, MALAS ! Padahal barangkali secara sarana dan pra sarana ia bukanlah mahasiswa yang ala kadarnya. Biaya ada, kendaraan ada, komputer punya, orang tua rukun-rukun aja (bukan keluarga broken), aktivitas lain cukup lengkap, teman-teman banyak, uang saku cukup, lalu apa yang kalian inginkan ? Apakah dengan menunda kelulusan, kalian bisa membanggakan hal lain di hadapan orang tua ? Ketahuilah wahai manusia yang berakal, kelulusanmu barangkali tak terlalu berarti bagimu, tapi niatmu harusnya tidak hanya untuk dirimu sendiri. Ada hak orang tua yang harus kita jaga dan kita penuhi, salah satunya adalah kebahagiaan melihat anaknya tidak menyia-nyiakan uang hasil kristalisasi keringat orang tuanya.

Cukup vonis-vonisnya ! Oke, belajar dari diri saya sendiri (yang sangat rentan juga terserang Syndrome Mahasiswa Tua), ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memompa motivasi untuk lulus :

1. Niatkan lulus kuliah adalah bagian dari persiapan jihad secara intelektual. Jihad adalah wajib bagi kaum muslim, karena itu segala sesuatu yang menunjang hal tersebut otomatis menjadi wajib juga (sebagaimana sebuah kaidah fiqh : suatu hal yang dengannya sebuah kewajiban bisa dipenuhi, maka hal tersebut juga menjadi wajib hukumnya). Tidak ada alasan untuk tidak lulus kuliah, karena kondisi kita saat ini bukanlah kondisi qital (perang) dan negara kita bukanlah negara yang sedang berperang (darul harb).

2. Ingatlah kesulitan yang dihadapi orang tua saat bekerja dan mencari biaya untuk kita. Banting tulang, utang sana sini, dan seterusnya. Buat anda yang sejak lahir memang berada di lingkungan berada (kaya), ingatlah kekayaan anda tidaklah kekal. Bagaimana jika Allah berkehendak untuk tiba-tiba menjadikan keluarga anda bangkrut, dan anda belum sempat lulus kuliah ?

3. Jangan biarkan otak anda menganggur. Penyakit nganggur mikir ini bisa mematikan produktivitas otak. Kalaupun anda saat ini sudah tidak lagi mengambil mata kuliah, dan hanya mengerjakan skripsi saja, cobalah untuk mengoptimalkan otak dengan tetap membaca dan belajar. Syukur-syukur anda bisa membantu ekonomi keluarga dengan berwirausaha secara mandiri.

4. Rajin ke kampus. Biasanya malas ke kampus menyebabkan malas mengerjakan skripsi. Suasana kampus sebenarnya energi positif yang bisa kita manfaatkan untuk memompa semangat belajar kita kembali.

5. Hubungi teman-teman satu angkatan anda, terutama mereka yang sudah lebih dulu lulus dari anda. Hmm, ini juga menjadi jurus jitu dan sudah saya praktikkan. Tanyakan kepada mereka, bagaimana menjaga semangat untuk tetap termotivasi menyelesaikan kuliah dan cobalah anda terapkan.

6. Kurangi kegiatan yang cukup mengganggu skripsi. Mengundurkan diri dari amanah untuk konsentrasi di skripsi bukanlah suatu kehinaan. Amanah kadang menuntut pemikiran lebih dan hukumnya belum tentu wajib, sedangkan birul walidain (berbakti kepada orang tua) adalah sesuatu yang wajib. Maka, prioritaskan lebih dulu yang wajib daripada yang sunnah, apalagi yang tidak wajib (mubah/boleh). Catatan : jangan jadikan skripsi sebagai alasan untuk menghindari amanah. Kadang kita justru merasa nyaman dengan alasan skripsi, karena bisa menjadi seseorang yang ‘tidak terpantau’ dan ‘merdeka’ dari amanah.

7. Yakinlah, anda akan lebih mudah “menjual kemampuan” anda dengan cara lulus kuliah. Meskipun mungkin anda mempunyai pendapat berbeda dengan saya untuk poin yang satu ini, tapi anda pasti sepakat bahwa kultur masyarakat Indonesia masih lebih menghargai selembar ijazah daripada unjuk keterampilan, sepintar apapun anda. Dan celakanya, anda saat ini masih hidup di Indonesia, bukan di negara lain.

8. Oke, langkah pamungkas dan wajib adalah minta kepada Allah SWT supaya dimudahkan segala urusannya. Usaha tanpa doa adalah sia-sia dan doa tanpa usaha adalah hambar. Kita hidup di dunia tidak semata-mata atas kemampuan kita, ada hal-hal lain yang tidak bisa kita jangkau dengan pikiran, yang ikut menentukan alur hidup kita. Dan itu bisa kita ubah dengan doa. Doa akan mengubah takdir, insya Allah.

Yah, semuanya tidak akan selesai kalau tidak kita mulai dari diri sendiri. Ibda’ bin nafsi, mulai dari diri sendiri dong ! Tanpa itu semua, percuma anda kuliah. Lebih baik anda keluar kuliah sekarang juga dan tidak menyia-nyiakan lagi waktu anda untuk tidak bekerja mencari penghidupan yang layak.

Khusus, buat temen-temen ikhwah yang baru berjuang untuk lulus, ” Ayo, kita sama-sama berjuang keluar dengan khusnul khatimah ! Tak kancani, akh !” Buat ikhwah lain yang udah tua dan nggak ngerasa tua, ” Please, deh ! Antum kan aktivis dan pandai memotivasi orang lain. Koq memotivasi diri sendiri aja sulit ? Inget dong, kalau antum itu biaya kuliahnya disubsidi angkatan baru ! Kalau anda tidak pernah merasakan sulitnya mahasiswa baru itu mensubsidi anda, maka anda  akan menjadi dzolim juga akhirnya. Coba deh, dirampungin dulu kuliah antum, baru antum berkata lantang lagi, aku adalah seorang pendukung dan pengusung da’wah Islam.”

Dan buat yang baca artikel ini, “Hey, jangan bengong aja ! Ayo berbuat sesuatu   ! Tulisan ini dibuat untuk menggerakkan anda, bukan untuk membuat anda bengong di depan monitor komputer. Ayo, move, move, move ……..”

Be Sociable, Share!
Categories: Iseng

6 Comments

  • sholihah says:

    Jangan-jangan banyaknya amanah dakwah jadi apologi dan kedok untuk sebuah kemalasan mengerjakan skripsi? Tapi kadang bikin renstra dakwah lebih menyenamgkan daripada menganalisa data untuk skripsi :p ……Yah, akhirnya hanya bisa bilang pada diri sendiri ishbiru wa shobiru wa rabbitu, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu dan kerjakanlah skripsimu!

  • fatmawati says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Kuliah merupakan sebuah kenikmatan yang mahal harganya karenanya tidak semua anak negeri ini dapat merasakannya ………

    Karenanya jangan disia-siakan untuk beramal sholeh dalam aktifitas di kampus namun jangan lalai pula dengan kalender akademik ……..

    terutama untuk ade-ade angkatan 00 dan 01
    Beraktifitas di kampus memang terkada melenakan namun amanah da’wah tidak hanya di kampus ……
    Terutama yang masih dibiayai orang tua, jerih payah keringat mereka mengharapkan kalian cepat lulus ….. Ayo, jangan korban atas nama da’wah kalian lampat selesaikan skripsi ……. cobalah untuk tawazun dalam memenej waktu.

    dan bagi ade-ade 02 ke bawah
    Motivasi terus kakak tingkat kalian.
    Bersinergilah untuk membantu amanah da’wah mereka, sehingga mereka dapat berkonsentrasi dalam skripsi mereka.

  • lambrtz says:

    ayo sun, berjuang! gek ndang lulus!

  • si_ghuraba says:

    wah nyindir buanget….mak jlep..jlep…

    saya dah sering ke kampus, tapi kok tetep males nggarap skripsi ya…
    pingin cepet lulus, tapi males nggarap skripsi…wah nggak realistis….he….
    setiap buka komputer, niat mo ngerjain skripsi eh jadinya malah maen diner dash…ato nulis-nulis yang nggak ada sngkut pautnya dengan skripsi

    ada saran…?

  • massunu says:

    jazakumullah sudah memberi komentar ..

    Solusi pertama, kalo saya sich nyari temen yang bisa buat sparing partner gitu. Kebetulan tema skripsi saya hampir sama dengan temen saya, cuman kita ambil judul (titik analisa) yang berbeda. Nah, dengan kayak gitu kan kita bisa lebih cepet bikinnya (lha iya, wong satu kerjaan dikeroyok dua anak). Sekedar catatan, cari temennya kalo bisa sich yang study oriented gitu (nggak harus akhwat). Jadi ntar kitanya yang ketarik, jadi ikutan cepet. Bukannya malah kita yang bikin dia jadi lambat. Ato, kalo dah terlanjur, bikin aja taruhan “syar’i”, balapan sama temen kita, siapa yang kalah cepet lulusnya, suruh nraktir makan, atau apa kek.

    Faktor lainnya, adik saya masuk kuliah. Ortu dah warning, nyuruh saya lulus taon ini, soalnya uangnya mepet kalo harus bayarin dua anak. Mumet pokoknya. Kalo molor, kuliah harus bayar sendiri (padahal buat beli bensin sama pulsa aja harus nyambi ngobyek sana-sini). Lha Anti dah ada warning blom dari ibu / bapak ? Jangan-jangan dah di warning tapi cuek (hehehe….). Ini jadi solusi kedua. Kalo emang belom diwarning, ya suruh aja bapak/ibu kirim surat peringatan. Biar kita (pura-puranya) dah kena warning gitu ….. :D

    Solusi ketiga, emm….agak radikal sih. Nikah aja dulu. Udah ada contonya koq (yang belom pada lulus tapi dah berani nikah). Katanya sih, biar ntar pas wisuda bisa nggandeng istri / suaminya. Ini beneran lho, serius. Tanya aja sama shofwan (dia belom lulus juga, tapi kemarin undangannya dah sampe rumah saya). Atau tanya aja sama Mbak Yayan dan Bung Makky. Ntar kalo ada dana, ane ikutan njagong wis, sekalian makan gratis, hehehehe…..
    (koq malah ngomongin itu lagi sih. Dah stadium 3,5 ini, hehehe…)

    Ya wis gitu dulu. Afwan kalo rada nylekit, sengaja jeh…. (hehehe).

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  • si_ghuraba says:

    hahaha….cerdas juga, meski sering ke kampus saya memang jarang ngobrolin skripsi, malah ngobrolin yang ‘laen’… apalagi bimbingan…(?#$@?!!) sampe2 saya jadi most wanted-nya dosen pembimbing…hiks…(jatuh imej niy…)
    nggak ada warning sih, cuma kalo nggak segera lulus, bisa2 jatah S2 melayang (katanya), soalnya bapak saya pensiun tahun depan.
    yang ketiga??? mmm…no comment deh…(ampuh nggak tuh bisa mempercepat kelulusan???)

    jazakallah…atas sarannya…
    lumayan boleh dicoba…:D

Leave a Reply