Dua Keping RAM Bermasalah

Selain Si Putih, aku juga memiliki sebuah komputer tua Pentium III 667 MHz memori 256 MB dengan tiga buah sistem operasi terinstall di dalamnya, Windows XP, Mandriva, dan Ubuntu. Suatu malam, aku menyadari ada yang gak beres dengan komputerku karena ia berjalan sangat lambat, lebih lambat dari biasanya. Seperti biasa, aku menyangka bahwa ada virus nakal yang mencoba mengurangi laju sistem operasi Jendela yang memang rawan banget sama yang namanya virus. Langsung PCMAV aku hidupkan semalam suntuk untuk melakukan scanning pada dua buah harddisk yang terpasang di komputer tersebut. Tujuh jam berlalu dan hanya menemukan tiga biji virus yang nggak terlalu ganas. Setelah cleaning dan proses restart, kembali keanehan itu muncul. Komputerku tidak kunjung berjalan normal sebagaimana biasa. Aku mulai curiga dengan kesehatan perangkat keras, mulai dari RAM dan Prosesor yang ada di komputer tua tadi. Benar saja, setelah SisoftSandra Utility melakukan scanning pada seluruh perangkat keras, aku menemukan keanehan pada memoriku.

“Hey, mengapa hanya 128 MB ? Lalu, sebagian yang lain hilang kemana dong ? Sial, kayaknya ada yang nggak beres dengan salah satu keping memori yang lain nih !” aku berteriak agak kencang pagi itu.

Pagi buta, aku mencoba mencari tahu mengapa keping memori yang terpasang hanya terdeteksi satu saja. Padahal ada dua keping memori 128 MB, sehingga total memori komputer seharusnya 256 MB. Aku mencoba dengan membersihkan semua keping memori yang ada dengan menggunakan penghapus dan tissue. Ya, RAM sering bermasalah karena ada serat-serat karbon yang menutupi logam kuning di ujung RAM. Salah satu cara untuk membersihkannya adalah dengan penghapus pensil. Selesai aku bersihkan, aku pasang kembali RAM tersebut. Masih saja 128 MB.

“Wadhuh, rusak nih ! Berabe, kiy…” , aku bergumam sendiri.

Langkah kedua rescue RAM aku coba dengan menukar posisi slot RAM tadi pada mainboard. Aku hanya menukar posisi instalasi dua keping RAM tersebut, sama sekali kali tidak memiliki ide lain. Bahkan aku berpikir, konyol banget kayaknya.

“Bodo’, coba aja deh. Barangkali aja bisa idup…”, aku bergumam lagi.

Setelah si Jendela boot up, aku melihat ada perubahan Total Memory di layar boot up.

“Wah, berhasil tho? Koq bisa sih?” aku tertegun saat melihat layar boot up komputer.

Ya, kayaknya berhasil mengembalikan nilai memori menjadi 256 MB. Hanya dengan menukar posisi slot saja tentunya. Apakah karena listrik statis yang ada di masing-masing slot ya ? Istilahnya, RAM tersebut harus di-restart secara fisik supaya bisa berjalan kembali ? Nggak tahu, lah…. ,yang penting sekarang sudah beres dan aku nggak perlu keluar 400 ribu buat nyari SD-RAM 128 MB yang mungkin udah langka banget di pasaran. Alhamdulillah….

Barangkali pembaca budiman punya pengalaman yang sama? Bagaimana dengan Anda?

Be Sociable, Share!

1 Comment

  • rogue says:

    sama mas saya ya pernah ya kayak gitu cuman di pindah-pindah terus restart manual.kan ada 3 slot tempat saya,ya bolak balik eh alhamdulillah kebaca 256

Leave a Reply