Pengantar ringan menulis karya tulis ilmiah

Riset. Ya, satu kata dengan banyak makna. Saat mendengar kata ini, apa yang terbayang di benak Anda? Apakah Anda terbayang dengan seseorang yang bekerja siang malam di sebuah laboratorium? Atau Anda terbayang seseorang di depan komputer, bermain-main dengan banyak data dan program di sana? Atau Anda justru terbayang seseorang yang tengah mondar-mandir ke sana kemarin, mencari data di lapangan, mengolahnya, kemudian mengambil sebuah kesimpulan dari data tersebut?

Kalau Anda terbayang dengan hal-hal di atas, maka Anda tidak keliru. Memang itulah sebagian dari aktivitas riset, terutama riset di bidang engineering. Di bidang ini, riset di perguruan tinggi dilakukan dengan mengkaji sebuah tema didasarkan pada aktivitas-aktivitas penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Saat Anda membaca artikel ilmiah atau dikenal dengan paper, hal-hal yang pasti akan muncul di sana adalah :

1. Latar belakang dan konsep.
2. Metodologi yang digunakan.
3. Hasil penelitian.
4. Keunggulan dari hasil penelitian tersebut.
5. Kesimpulan.
6. Kemungkinan penelitian lebih lanjut (future work)
7. Referensi

Hal-hal diatas sangat jamak dijumpai dalam sebuah paper ilmiah, utamanya di bidang engineering. Riset dilakukan dengan mengkaji sebuah tema yang spesifik, menguasai teori-teori dasarnya, kemudian melihat sampai sejauh mana penelitian pada tema tersebut dilakukan. Ide tema riset bisa muncul dari hal-hal berikut ini :

1. Membuat sesuatu yang benar-benar baru, yang belum pernah ada sebelumnya.
2. Meningkatkan unjuk kerja atau melanjutkan riset yang sudah ada.
3. Melakukan evaluasi pada sebuah riset yang sudah ada dan menawarkan solusi, baik dari sisi logis (konsep) maupun aplikatif.
4. Menerapkan metode-metode yang berbeda pada sebuah objek riset dan membandingkan performa metode tersebut.

Masih banyak ide untuk menjadi sebuah tema riset. Ide-ide ini bisa muncul saat kita membaca banyak artikel dan berdiskusi dengan seorang pembimbing riset. Untuk level S2 dan S3, peran pembimbing ini sangat signifikan. Lain halnya dengan Post Doctoral student, dimana seorang Post Doctoral diharapkan menjadi penggagas ide riset secara umum, menjadi pembimbing sekaligus pekerja riset. Nah, pada umumnya, mahasiswa postgraduate ini diminta untuk membuat paper yang dipresentasikan di seminar internasional. Hal ini bukanlah sebuah kewajiban, tapi umumnya universitas yang membuka kelas internasional menerapkan syarat kelulusan seperti itu. Untuk KMITL, salah satu syarat kelulusannya adalah presentasi paper internasional satu kali dan melengkapi tesis.

Itulah catatan ringan seputar dunia riset, insya Allah akan saya lengkapi lagi seiring dengan perjalanan dan proses belajar saya….

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

Leave a Reply