Excuse me, why should you do fasting ?

Yeah…rekan-rekan Thai di lab saya sangat kaget saat saya memberitahu mereka untuk tidak mengajak saya makan siang selama bulan September. Pertanyaan di atas langsung terlontar keluar dari mulut mereka?

Puasa. Buat mereka hal ini tentu terasa sangat berat. Membayangkan seseorang harus bangun di pagi-pagi buta, makan sahur, kemudian menahan dahaga dan syahwat sampai buka puasa. Wah ! Bukan hal yang mudah, kata mereka. “I think, your religion is quite tight”. Benar…Islam memang mengatur segalanya, sampai terkadang kaum muslim sendiri merasa terbelenggu, karena mengikhlaskan hati untuk ibadah itu bukan hal yang mudah. “You need to train yourself to feel hungry as the poor feels”. Kata-kata itulah biasanya yang akan muncul saat rekan-rekan muslim ditanya mengapa harus berpuasa. Tidak ada yang lebih logis, selain dengan kalimat itu. “Train your self and give more respect to the poor”.

Puasa padahal adalah ibadah yang privat, ibadah yang hanya diketahui oleh seorang hamba dan Pencipta-Nya saja. Tidak ada orang yang tahu bahwa seorang abdullah sedang berpuasa, jika ia tidak mengatakannya. Maka, sebagaimana keikhlasan, puasa pun ibadah yang tak berbeda jauh tingkat kesulitannya. Apalagi di negara non-muslim yang tidak setoleran Indonesia. Apakah ada negara non-muslim di dunia yang menjadikan hari raya umat minoritas sebagai hari libur nasional ? Tidak ada. Negara dengan penduduk mayoritas Islam ada, Indonesia. Lalu, berpuasa di negara Buddha juga tantangan tersendiri. Selain berat di perut (karena semua warung buka), mata juga berat (hehehe). Masalah pakaian wanita yang serba minim, Bangkok adalah jagoannya. Maka, ibadah puasa jadi istimewa karena tantangannya “riil”. Alhamdulillah, untuk waktu puasa di Thailand cuma nambah “satu jam”. Buka puasa mundur jam 7 malam. Bandingkan dengan saudara-saudara kita di Jerman. Apakah ada hikmah dari hal ini? Tentu ada. Insya Allah, sebagaimana yang dikatakan rekan-rekan pengajian Bangkok,

“Fiqh kita akan lebih tajam, kesabaran kita akan teruji, dan kita akan lebih berhati-hati memilih makanan yang masuk ke perut kita. Halal dan haram di sini sangat berasa…..”

Marhaban Ya Ramadhan

Be Sociable, Share!

3 Comments

  • yan9n says:

    klo di lab sih dah beberapa bulan yang lalu malah udah ada yang nanya, “titis, bulan september besok kamu sebulan ga makan ya?”
    aku ya ngangguk aja, trus dia nanya, “boleh minum?”
    ya ga boleh lah
    “sebulan penuh?”
    “iya, tapi hanya dari matahari terbit sampai terbenam”
    “heee… taihen ya…”
    iya, tapi baik untuk kesehatan, trus tak jelasin deh klo selama puasa lambung kan beristirahat untuk bekerja, dan itu bagus utk kesehatan pencernaan…
    yah untungnya mereka bisa mengerti (bisa ga ya?)

  • bener mas….
    tapi memang ada beberapa alasan yang tidak bisa kita kemukakan, seperti alasan utamanya….puasa adalah ibadah wajib, itu saja. Tidak kurang tidak lebih. Hikmah dari puasa itu terkadang justru lebih tepat untuk dijadikan penjelas….dan itu tidak keliru kok…heheh

  • fikri says:

    wah pasti pengalaman berpuasa yang berkesan yo. berpuasa di negeri orang.. yang mayoritas bukan muslim.

    semoga menjadi pengalaman yang membangun.. amin.

    nyuwun pangaputen sedaya kalepatan yo Sun. Sugeng puasa..

Leave a Reply