Perbedaan skripsi S1 dan S2

Sebagian orang, termasuk saya pasti pernah bertanya-tanya, “Apa yang membedakan skripsi S1 (bachelor) dan S2 (master) ?”

Jawabannya adalah “ide” atau “konsep” dengan menyertakan “bukti empiris”. Hal ini saya peroleh setelah belajar di KMITL kurang lebih satu semester dan berdiskusi dengan pembimbing akademik. Tingkat kerumitan research bukanlah tolok ukur sepenuhnya. Demikian pula dengan media yang digunakan, bisa jadi tidak terlalu signifikan, terutama untuk mereka yang melakukan riset berbasis simulasi (bukan pembuatan hardware). Untuk thesis S1, levelnya adalah “aplikasi” saja. Artinya, kalau kita berhasil mengimplementasikan sebuah ilmu atau teori tertentu menjadi sebuah aplikasi maka gelar sarjana sudah bisa kita dapatkan. Namun untuk S2 lain perkara. Ada dua buah hal lain yang harus kita lakukan : review paper/jurnal/karya riset orang lain dan melakukan improvement terhadap karya riset tersebut.  Ada 2 hal lain pula yang harus kita lakukan di sini : meniru/mencoba mempraktikkan karya riset orang lain dan melakukan improvement positif terhadap karya riset tersebut. Itulah yang disebut dengan riset karena riset akan selalu menghasilkan sesuatu yang berbeda meskipun kita hanya melakukan kombinasi dari metode-metode yang sudah ada. Berikut ini adalah bagan alir riset S2 :

Keterangan :
1. Penentuan tema riset dilakukan sesuai dengan : latar belakang kita, kemampuan teknis (skill) untuk meng-handle tema riset, dan keminatan
2. Untuk level S2, metode yang digunakan tidak selalu metode yang diciptakan sendiri (boleh mengambil metode dari paper lain).
3. Penulisan paper/thesis menyertakan hasil percobaan dan interpretasi dari hasil tersebut (justifikasi kita atas hipotesis). Dengan kata lain, result (hasil eksperiemen) akan membuktikan hipotesis/metodologi yang kita usulkan.

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

6 Comments

  • yan9n says:

    heee… begitu ya?
    trus kenapa di thesis S1 ada tinjauan pustaka juga? which means itu hasil dari paper review tentang penelitian2 sebelumnya…aku dulu sama supervisorku disuruh begitu…

    Untuk thesis S1, levelnya adalah “aplikasi” saja

    kalo menurutku sih thesis S1 itu tidak hanya aplikasi saja, tapi juga analisis, lebih ke arah menjawab kalau hasil dari aplikasi itu seperti, mengapa itu terjadi. tentunya, thesis S1 tidak akan seberat S2 dan S2 tak seberat S3 dalam hal ketidakpastian dan resikonya.
    nah kalo thesis S2 selain analysis, perlu ditambah synthesis. AFAIK begitu

  • @Yan9n
    yap..that’s right. Makanya di akhir artikel :

    3. Penulisan paper/thesis menyertakan hasil percobaan dan interpretasi dari hasil tersebut (justifikasi kita atas hipotesis). Dengan kata lain, result (hasil eksperiemen) akan membuktikan hipotesis/metodologi yang kita usulkan.

    Yang tak lain adalah synthesis (mengusulkan suatu “konsep” yang baru, tentu dengan progress positif). Tapi memang tiap field beda-beda sih. Setidaknya seperti itu yang saya tahu..

  • seno says:

    sekolah..taman kanak kanak..paling enak

  • Ario says:

    kalo punya saya dah pants dapat sarjana belum ya..?? hehehehe

  • lucky says:

    ”mumet q…..???”:-0

  • cucu says:

    saya S1 skripsi juga disuruh melakukan improvement dengan metode lain..tergantung pembimbingnya aja si..

Leave a Reply