Tone dan Komposisi

Ahh…lagi-lagi ngomongin foto. Ndak papa yah? Kali yang lain seorang teman berkomentar di foto saya, “Tone dan kompo-nya bagus…”. Wah apa lagi nih, kok banyak istilah-istilah aneh muncul. Keingintahuan ini memaksa saya untuk membaca beberapa literatur. Kebetulan saja memang, foto yang saya upload “dianggap” memiliki tone dan kompo yang cukup menarik.

Tone sendiri adalah komposisi warna dalam sebuah foto. Sebuah foto yang menarik biasanya memiliki tonal yang tajam, dengan kata lain warna di sana benar-benar terlihat jelas. Untuk menghasilkan foto seperti ini, tentu beragam cara bisa ditempuh. Salah satunya dengan melakukan proses adjustment dengan software pengolah citra, seperti Photoshop atau Picasa. Cara yang lain, Anda bisa menggunakan filter khusus untuk lensa Anda. Filter-filter seperti UV (Ultra Violet) atau Circular PL (CPL) bisa digunakan untuk menghasilkan tone yang menarik. Jika kamera Anda mendukung penggunaan Raw Image, maka gunakan Raw Image untuk menjaga warna asli foto. Sebagai kompensasinya, Anda musti menyiapkan memory card dengan kapasitas yang cukup besar. Untuk foto di atas, saya mengoptimalkan level dan saturasi, sehingga background menjadi gelap sedangkan lampion nampak terang.

Komposisi adalah cara pandang seorang fotografer terhadap objek. Sebuah objek yang biasa saja bisa menjadi sangat menarik atau bahkan menjemukan, tergantung pada komposisi foto tersebut. Sebagai contoh, foto diatas saya ambil dengan proyeksi mengerucut. Sebenarnya ukuran dari lampion sama besar, namun dengan sudut pandang yang berbeda sebuah benda bisa menjadi tampak lebih menarik. Posisi pengambilan gambar pun tidak seperti biasa. Agak condong ke kanan dan kamera sedikit serong. Saya teringat sebuah pepatah lama … “Posisi menentukan prestasi”. Ada benarnya juga ternyata

Salam Jepret

Lokasi Foto : Hua Hin, Thailand
Jam 21.00, saat malam pergantian tahun.

Be Sociable, Share!
Categories: Adventure, Photography

Leave a Reply