Menulis dan Berkomunitas

Baru saja membaca tulisannya Kang Onno di Asiablogging, di tengah-tengah persiapan ujian, sangat menyejukkan sekali. Sebuah refleksi diri yang cukup matang menghadapi krisis pendidikan berbasis teknologi informasi di Indonesia. Tulisan yang dipublish dua tahun yang lalu ini mengungkapkan betapa perlunya kita mengembangkan komunitas yang berbasiskan knowledge sharing, dimana prinsip copyleft menjadi sebuah hal utama untuk menyebarluaskan informasi. Komunitas ini sangat diperlukan, mengingat minimnya pendidikan formal di Indonesia yang berkaitan langsung dengan sisi profesionalitas calon pekerja teknologi informasi.

Kang Onno menyoroti tentang demand pekerjaan dalam bidang teknologi informasi yang cukup besar, sementara Indonesia belum mampu memberikan suplai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Saat ini, India dan Cina masih lebih unggul dibandingkan Indonesia. Untuk itu, peluang meraih pendapatan yang cukup besar dengan berkarya di ranah TI sebenarnya cukup terbuka luas. Berbagai cara bisa digunakan untuk memperoleh pengakuan publik, salah satunya adalah dengan mengikuti sertifikasi resmi dari perusahaan TI, seperti Microsoft atau Cisco. Para pekerja TI, sayangnya, harus membayar cukup mahal untuk bisa memperoleh pengakuan dan sertifikasi resmi.

Namun demikian, Kang Onno mencoba memaparkan cara lain yang cukup murah dan efektif, yakni dengan rajin menjawab pertanyaan dan menulis di Internet. Cara ini terbukti cukup ampuh, karena tidak ada orang yang mampu menjawab pertanyaan teknis kecuali ia telah mempraktikannya. Dan untuk membayar semua itu, tentu ia harus berusaha keras untuk menjadi yang terbaik di bidang yang ingin ditekuninya dan membagi ilmu yang dimilikinya kepada orang lain, dalam bahasa yang simpel dan mudah dimengerti tentunya.

Cara ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan pula dari prinsip copyleft. Pun dalam prinsip Islam, menurut saya, yang menjelaskan bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat untuk orang lain” (khoirunnas anfauhum linnas), diambil dari hadits Nabi SAW. Prinsip inilah yang sampai saat ini masih terus dipegang oleh Kang Onno dan rekan-rekan di dunia IT yang mencurahkan segenap waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Seefektif apakah mereka memanfaatkan waktu, sehingga mereka masih bisa menulis, riset dan berkomunitas di dunia maya di tengah kesibukan mereka sebagai insan sosial di dunia nyata?

Sesedikit apapun waktu yang kita miliki, mari menulis dan berkomunitas di dunia maya!

Be Sociable, Share!
Categories: Popular Writing

Leave a Reply