Teknik Isolasi POI dalam Fotografi

Teknik isolasi atau lokalisasi obyek dalam fotografi sangat sering kita jumpai. Pada art photography, teknik isolasi ini bisa dilakukan secara alami atau menggunakan perangkat lunak digital pengolah foto. Kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman menerapkan teknik isolasi alami dan buatan. Isolasi Alami dilakukan dengan konfigurasi shutter speed dan diafragma kamera, serta dilakukan secara langsung pada saat mengambil gambar. Pengaruh lensa tentu juga signifikan, apalagi jika Sampeyan punya lensa khusus, seperti tipe L (warna putih) atau lensa dengan fix focus. Isolasi Buatan bisa dilakukan dengan Sotosop (baca: Photosop). Saya bukan ahli Sotosop, tapi bisa menggunakan beberapa fungsi pengolah citra yang ada di sana. Oya, referensi lain bisa Sampeyan baca di artikelnya Mas Galih Satria [1].

TEKNIK ISOLASI ALAMI

1. Isolasi dengan DOF (Depth of Field)

DOF atau Depth Of Field menurut Om Wikipedia [2] sebagai berikut :

Depth of field (DOF) is the portion of a scene that appears sharp in the image. Although a lens can precisely focus at only one distance, the decrease in sharpness is gradual on either side of the focused distance, so that within the DOF, the unsharpness is imperceptible under normal viewing conditions.

Jadi DOF bisa dikatakan, bagian yang ditampilkan secara jelas dan tajam dari sebuah foto. Penggunaan DOF dimaksudkan untuk memudahkan fotografer mengisolasi Point Of Interest, atau bagian foto yang menjadi inti cerita foto. Pada foto saya di atas, saya ingin bercerita tentang sebuah kumbang yang sedang asyik menghisap madu. Teknik ini saya ambil dengan lensa standard (Canon EFS 18-55 mm) dengan F/5.7 dan shutter speed 1/197 detik. Sampeyan bisa melihat POI-nya secara jelas, yakni bunga dan kumbang.

Nah, kalau foto di atas saya saya ambil dengan menggunakan lensa tele (Canon 55-250 mm) dengan diafragma F/5.7 dan shutter speed 1/128 detik. Tapi jika Sampeyan ingin mendapatkan gambar yang lebih bagus, Sampeyan bisa meminimalkan nilai F-nya (membuka lebar diafragma). Kemudian usahakan jarak objek dengan kamera Sampeyan cukup dekat. Nah, jika Sampeyan punya lensa tele, maka gambar bhiksu dengan background blur seperti itu bisa Sampeyan bikin sendiri.

2. Background Similarity

Sori agak narsis. Tapi bener, ini juga sebuah teknik isolasi. Teknik ini memanfaatkan keseragaman warna background. Pada foto ini, warna background yang ingin saya tonjolkan adalah hijau rumput. Untuk membuat foto seperti ini, Sampeyan bisa pergi ke lapangan golf atau lapangan sepakbola. Teknik ini lebih alami dibandingkan dengan saat Sampeyan foto ke studio foto. Untuk foto di atas, konfigurasi yang digunakan adalah F/7 dan shutter speed 1/197 detik. Thanks buat Pak Rosyid yang sudah motretin saya di Suan Rot Fai (taman kereta api), Bangkok, Thailand.

3. Panning

Sori lagi. Foto ini sebenarnya adalah foto Gatot alias Gagal Tobat (maksudnya setelah gagal malah pengin yang lebih baik). Tidak ada gagal total, karena tiap hasil pasti bisa menjadi pembelajaran. Nah, foto di atas adalah hasil teknik panning sepeda motor di depan kampus. Hal ini bisa Sampeyan dengan menyetel konfigurasi shutter speed di atas 1/30. Kemudian, jangan lupa aktifkan Auto Fokus Sampeyan, sehingga dengan memencet tombol setengah shutter, servo pada lensa Sampeyan akan mengatur fokus ke objek yang sedang Sampeyan incar. Obyek harus bergerak dari arah samping (kiri-kanan atau sebaliknya). Pada saat Sampeyan melihat obyek itu dari jauh, fokuskan lensa Sampeyan ke obyek itu. Sambil mengikuti gerakan obyek, pastikan Sampeyan menekan tombol shutter secara penuh pada saat obyek sudah sampai di depan Sampeyan dan tahan tombol itu sampai obyek hilang. Jika berhasil, obyek yang Sampeyan incar akan kelihatan jelas dan backgroundnya kabur. Teknik ini gampang-gampang susah, lho. Menurut pengalaman saya, stabilitas kamera saat mengikuti obyek sangat berpengaruh. Jika Sampeyan punya uang sisa, bisa beli monopod khusus panning di toko kamera. Sampeyan bisa nonton balapan motor jika sudah ahli. Dijamin, fotonya akan sangat artistik. Oya, Om Wikipedia punya versi berbeda untuk menjelaskan teknik ini [3] :

When photographing a moving subject, the panning technique is achieved by keeping the subject in the same position of the frame for the duration of the exposure. The length of the exposure must be long enough to allow the background to blur due to the movement of the camera as you follow the subject in the viewfinder.

The exact length of exposure required will depend on the speed at which the subject is moving, the focal length of the lens you are using and the distance from the subject and background. An F1 car speeding along a straight might allow you to achieve a blurred background at 1/250th of a second, while you might need to go as slow as 1/60th to achieve the same amount of blur for a picture of a running man.

TEKNIK ISOLASI BUATAN

1. Isolasi Warna

Teknik isolasi warna ini dilakukan dengan Sotosop. Kemudian dengan menggunakan Polygonal atau Magnetic Tool, pilih obyek yang Sampeyan inginkan. Kemudian klik kanan dan “Select Inverse” untuk memilih obyek di luar POI. Lalu, pilih Menu “Image” > “Adjustments” > “Desaturate”. Dah, selesai! Keterampilan Sampeyan memilih dan memilah setiap lika-liku obyek akan menentukan hasil. Kuncinya adalah : SABAR. Untuk isolasi warna, Sampeyan bisa memilih foto-foto yang memiliki komposisi dan sudut pengambilan gambar (point of view) yang bagus. Isolasi akan memperkuat cerita yang Sampeyan tuangkan dalam foto itu.

2. Gaussian Blur

Foto di atas menggunnakan dua teknik isolasi : isolasi warna dan gaussian blur. Isolasi warna saya lakukan pada bendera saja. Kemudian, lakukan pemilihan obyek dengan cara yang sama saat Sampeyan melakukan isolasi warna. Jangan lupa “Select Inverse” untuk memilih background foto (obyek di luar POI).  Kemudian pilih Menu “Filter” > “Blur” > “Gaussian Blur”. Selesai.

Nah, MasDab. Teknik fotografi apa saja yang sudah Sampeyan pelajari ?

Referensi :

[1] Artikel Mas Galih Satria : Isolasi Objek Pada Sebuah Foto

[2 ]Wikipedia : Depth Of Field

[3] Wikipedia : Panning (Camera)

[4] Artikel Mas Dibya Pradana : Dasar-dasar Komposisi dalam Fotografi

[5] Galeri foto pribadi Sunu Wibirama

Be Sociable, Share!
Categories: Photography

2 Comments

Leave a Reply