Eksotisme Awan pada Foto

Kita akan kembali ngobrol-ngobrol sedikit tentang memanfaatkan momentum saat kita mengambil sebuah foto. Foto di atas saya ambil dengan menggunakan kamera poket (bukan kamera DSLR 1000D yang biasa saya gunakan hunting) merk Sony Cybershot DSC-S930, kamera standard biasa yang memang sedang diskon 2 minggu yang lalu di Pantip Plaza, Bangkok. Artinya, sebenarnya Sampeyan pun bisa mendapatkan foto yang ‘ciamik’ dengan kamera poket asal sampeyan ngerti bagaimana cara ngambil foto dan memanfaatkan momentum yang ada.

Foto di atas saya ambil di sebuah temple di Ayuttaya Province, sebuah lokasi di mana pada tahun1351 sampai dengan 1767 pernah menjadi pusat dari kerajaan Siam (Thailand) sebelum akhirnya diserang oleh tentara Burma (Myanmar). Sebenarnya ada banyak wat (temple) di sana, namun foto di atas saya ambil di Wat Chaiwatthanaram. Jika Sampeyan berencana pergi ke sana, tak ada salahnya untuk melihat-lihat daftar obyek wisata menarik di daerah ini di sini. Nah, momentum sore hari sebenarnya sangat pas untuk obyek art photography. Pukul 4 sore ke atas adalah waktu yang pas untuk menunggu datangnya awan-awan yang bisa menjadi pemanis foto Sampeyan. Pada foto di atas, Saya menunggu sampai dengan kira-kira pukul 5 sore untuk bisa mendapatkan efek awan yang cantik. Sembari menunggu, saya mencoba mencari beberapa sudut di lokasi ini yang bisa menjadi obyek fotografi. Akhirnya saya menemukan salah satu sudut, di mana terdapat beberapa patung berderet yang diakhiri dengan sebuah bangunan menara. Efek patung yang berderet menimbulkan kesan khusus (keseragaman) sedangkan bangunan di ujung foto tersebut menambah kesan “tua”, “angker”, dan “kokoh”. Komposisi yang bagus ini kemudian saya kombinasikan dengan momentum sore hari di mana banyak awan-awan Cumulus Nimbus (memang 10 menit setelahnya turun hujan yang amat sangat deras). Oya, jika Sampeyan rajin olah raga pagi, awan dengan tipe yang lain akan Sampeyan jumpai. Pagi hari juga momentum yang pas, MasDab.

Berhubung saya menggunakan kamera poket, maka saya tidak memiliki banyak pilihan untuk konfigurasi kamera. Saya menggunakan konfigurasi standard tanpa flash. Hasil dari foto tersebut kemudian masuk ke bengkel permak Sotopop (baca : Photoshop) dan hasilnya bisa Sampeyan lihat pada gambar di atas.

NB : gambar aslinya seperti di bawah ini

Nah, MasDab. Jika Anda sempat berjalan-jalan bersama handai taulan, sekali-kali cobalah mengambil foto yang wah, meski kamera tak terlalu mewah. Salam jepret selalu….

Be Sociable, Share!
Categories: Photography

Leave a Reply