Antara "Yin" dan "Fang"

MasDab, sudah beberapa bulan ini saya cukup penasaran dengan penggunaan istilah “Yin” dan “Fang” dalam bahasa Thai. Istilah ini berseliweran begitu saja dan cukup sering saya dengarkan melalui celotehan anak-anak Thai, sehingga saya pun penasaran untuk mengetahui konteks penggunaan dua kata itu.

“Yin” atau dalam bahasa Thai ditulis dengan “ยิน” yang berarti “hear” atau “dengar” digunakan jika kita mendengar berbagai macam suara, yang terjadi dalam tempo singkat. Penggunaannya mirip dengan kata “hear” dalam bahasa Inggris. Kalimat “Saya tidak mendengar ledakan itu”, bisa menggunakan kata “yin” dalam bahasa thai.

Nah, kata bentuk negatif dari kata Yin ini ternyata memiliki pengecualian :

1. Saya tidak mendengar : “Phom mai dai yin”.

2. Saya tidak bisa mendengar (karena tuli) : “Phom yin mai dai”. Akan tetapi akan lebih baik menggunakan kalimat ini : “mai saamaat dai yin” “ไม่สามารถได้ยิน” (tidak mampu mendengar, entah karena unsur umur atau penyakit, dsb).

Bagi rekan-rekan yang baru belajar bahasa Thai, mungkin akan menggunakan “Phom yin mai dai” untuk mengungkapkan “Saya tidak bisa mendengar” atau “Saya tidak dengar”. Namun rekan Thai kita akan tertawa dan menangkap “makna lain” dari kata-kata itu.

Kata kedua, “Fang” atau “ฟัง” bisa berarti “listen” atau “mendengarkan”. Kata ini digunakan jika kita ingin mengungkapkan bahwa kita sedang menyimak sesuatu dengan indera pendengaran kita. Penggunaannya mirip kata “listen” dalam bahasa Inggris. Kalimat “Saya mendengarkan televisi”, bisa menggunakan kata “Fang” dalam bahasa Thai.

Bentuk positif yang muncul dalam percakapan :

1. ฟังรู้เรื่อง , “fang ruu ruang” , atau  ฟังออก , “fang ook” yang berarti : “Saya paham dengan mendengar”.

2. ฟังทัน, “fang than” : “Saya paham dengan ucapan (Anda)”.

Bentuk negatif, yang sangat sering muncul dalam bahasa percakapan adalah :

1. ฟังไม่รู้เรื่อง , “fang mai ruu ruang” , atau  ฟังไม่ออก , “fang mai ook” yang berarti : “Saya tidak paham (dengan mendengarkan ucapan itu)”.

2. ไม่ยอมฟัง, “mai yoom fang” yang berarti  “Saya tidak ingin mendengarkan”.

3.  ฟังไม่ทัน atau  ฟังไม่ค่อยทัน , “fang mai than”  atau “fang mai khoy than” : “Saya tidak paham”

4.  ฟังไม่ได้, “fang mai dai”,  “(Ini) tidak bisa didengarkan” (karena sebuah lagu yang tidak bisa dibuka dengan player, dsb).

5. ฟังไม่ขึ้น, “fang mai khuen”,  “Kedengarannya tidak masuk akal”

OK. Sekian dulu share dari saya, MasDab. Hanya berdasar pengalaman di lapangan saja alias “bahasa pasar”. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan bisa kontak rekan-rekan Thai yang Sampeyan kenal. Semoga berguna.

Be Sociable, Share!

1 Comment

Leave a Reply