Menulis Thesis (2)

(Image Courtesy of PrintMojo.Com)

Setelah ulasan menulis thesis yang pertama, pada artikel kali ini saya akan sedikit membeberkan beberapa cara menulis bagian-bagian thesis. Tentu, artikel kali ini akan condong kepada thesis di bidang engineering, sesuai dengan bidang yang saya tekuni dan condong ke penulisan thesis berbahasa inggris. Namun bukan berarti artikel kali ini tidak bermanfaat untuk Sampeyan yang tidak mempelajari engineering. Semoga saja ada beberapa poin yang bisa menginspirasi Sampeyan semua. Bersiaplah….karena artikel ini cukup panjang dan melelahkan :)

Artikel ini, sebagian besar adalah rangkuman dari buku “How to Write and Publish Engineering Papers and Reports”[1]. Beberapa tambahan dari buku, paper, dan presentasi pun dicantumkan untuk memperkaya konten artikel ini. Sebuah pertanyaan mendasar pernah mampir di otak saya: “Mengapa saya harus belajar semua ini? Bukankah bidang tulis menulis, apalagi menulis ilmiah adalah bidang yang membosankan?” Jawabannya terletak di paragraf pertama bab pertama buku ini. Di sana dikemukakan, “Sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang engineer tidak bisa dikatakan lengkap sampai dengan ia mempublikasikan hasil kerjanya. Kualitas dari publikasi itu, mencerminkan karakter dan reputasi dari engineer tersebut.” So, mengutip sebuah kalimat bijak yang terpampang di sebuah bilik tempat tempo doeloe kami belajar meng-oprek komputer, “Toentoetan oentoek berdjoeang adalah seboeah kemestian, boekan pilihan”. Bagi engineer, tak ada kata lain untuk menghindar. Kemampuan menulis ilmiah adalah sebuah kewajiban, bukan pilihan.

1.      Abstrak (Abstract)

Abstrak adalah bagian dari thesis yang sangat penting. Penulisan abstrak biasanya dilakukan paling akhir, setelah seluruh bagian thesis selesai ditulis. Bagian ini membahas poin penting (highlight) dari pekerjaan yang kita lakukan. Panjang sebuah abstrak, sangat tergantung dari aturan masing-masing kampus. Umumnya abstrak tidak lebih dari 350 kata. Ide besar penelitian, metode, dan hasil dirangkum menjadi satu, kemudian disajikan semenarik mungkin untuk memikat pembaca thesis. Sensitivitas penulis terhadap kebutuhan pembaca adalah kunci dari menarik dan tidaknya abstrak sebuah karya tulis. Tentukan jenis pembaca sebelum menulis abstrak. Untuk thesis, pembacanya adalah komite penguji dan mahasiswa yang membutuhkan informasi penelitian dengan tema serupa. Gambar di bawah ini adalah sebuah contoh penulisan abstrak. Pada dasarnya, abstrak memiliki tiga komponen pokok:

(1)   Problem statement atau latar belakang penelitian. Pada abstrak di bawah, dua buah kalimat saya cantumkan untuk mempertegas mengapa saya perlu meneliti “eye movements tracking”. Kalima yang pertama, penelitian ini adalah penelitian yang sedang up-to-date (“a growing research”) dan fokus penelitian adalah “video-based approachment” (pendekatan melalui alat berbasis video). Kalimat kedua, adalah pernyataan masalah yang melatarbelakangi penelitian: biaya (cost factor), akurasi alat (accurate measurement), dan visualisasi hasil (3D visualization).

(2)   Penyelesaian masalah (metode penelitian). Bagian yang kedua mendeskripsikan apa saja pendekatan yang kita lakukan untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah dideklarasikan sebelumnya. Alat apa saja yang kita gunakan, metode apakah yang kita adopsi untuk menyelesaikan masalah penelitian, dan seterusnya.

(3)   Hasil pokok penelitian. Cantumkan angka-angka pokok (hasil kuantitatif) yang mendukung menariknya abstrak tersebut, selain pernyataan yang sifatnya kualitatif (‘bagus’, ‘efisien’, dsb). Selain itu, bagian ini juga mengandung kesimpulan yang bisa kita petik dari hasil penelitian yang kita lakukan. Tentu kesimpulan ini harus berhubungan erat dengan permasalahan penelitian kita. Harapannya, dengan menampilkan kesimpulan yang positif, pembaca akan tertarik untuk membaca seluruh thesis.

Dalam penulisan karya ilmiah (thesis), penggunaan bentuk pasif dan tense sangat diperhatikan. Present dan past tense mendominasi konten abstrak. Bentuk pasif digunakan karena alasan berikut [2]:

(1)   Refleksi dari objektivitas penulisan. Penulisan karya ilmiah dengan tidak mencantumkan subject (pelaku penelitian) lebih memiliki ‘objective sense’ karena ‘apa yang diteliti’ lebih penting dari ‘siapa yang meneliti’.

(2)   Subject (penulis paper) tidak terlalu relevan dengan penelitian. Beberapa petunjuk teknis atau panduan praktikum biasanya tidak menyebutkan pelaku praktikum (laboran atau praktikan), tapi lebih kepada prosedur atau tata cara praktikum itu.

2.      Pendahuluan (Introduction)

Pendahuluan adalah bagian paling sulit dari semua bagian thesis, at least itulah yang saya rasakan saat proses penulisan thesis. Untuk mendapatkan ‘introduction’ yang catchy, saya butuh waktu sekitar satu bulan. Mulai dari membaca ulang bermacam-macam paper journal dan conference, sampai kemudian mencoba ‘bersilat keyboard’ dan mencari
alasan, “Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?” Beberapa hal yang perlu dicantumkan dalam bagian pendahuluan antara lain:

(1)   Pendahuluan ringkas terhadap penelitian yang kita lakukan

(2)   Latar belakang penelitian atau masalah penelitian (sering disebut: knowledge gap)

(3)   Tujuan penelitian (tentunya untuk mencari solusi atas masalah penelitian)

(4)   Rangkuman atau penjelasan isi tiap-tiap bab dalam thesis

(5)   Penjelasan singkat tentang metode yang kita gunakan dalam penelitian tersebut dan cara pengambilan data (eksperimen) yang kita gunakan, terkait dengan apa yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

3.      Studi literatur (Literature Review)

Bagian ini, termasuk bagian yang menyita waktu cukup lama. Studi literatur harus dilakukan pada saat awal kita melakukan penelitian. Untuk menginventarisasi paper yang sudah kita baca, saya sarankan Sampeyan memanfaatkan perangkat manajemen referensi seperti EndNote atau RefWorks. Hal ini penting, supaya Sampeyan bisa menghemat waktu kerja Sampeyan dan meningkatkan ketelitian saat mencantumkan referensi dalam thesis Sampeyan. Pada thesis, selain membahas beberapa metode yang sudah pernah digunakan sebelumnya (previous work), membahas kelebihan dan kekurangan metode tersebut, sebaiknya kita juga membahas kelebihan dan kekurangan metode yang kita gunakan. Pastikan, bahwa disadvantages yang kita cantumkan objektif dan tidak overdosis, yang justru berakibat melemahkan thesis kita. Pastikan juga kita berdiskusi dengan dosen, apa sajakah yang perlu kita cantumkan dalam bagian ini. Bisa jadi, dosen kita menghendaki kita membahas cukup banyak literatur, atau justru sebaliknya.

4.      Metode dan Hasil Eksperimen (Methodology and Experimental Results)

Bagian ini adalah bagian pertama yang seharusnya ditulis saat menulis thesis. Selain lebih mudah, bagian ini tidak memerlukan pemilihan kata yang catchy. Langkah penulisannya sebagai berikut:

(1)   Mulai dengan outline. Tulis bagian-bagian global, kemudian rinci poin-poin penting sampai sedetil-detilnya.

(2)   Masukkan seluruh data berupa tabel, gambar, bagan, dsb.

(3)   Seleksi data tersebut. Pilih data yang memperkuat thesis kita.

(4)   Tambahkan penjelasan dan pembahasan

5.      Diskusi dan Kesimpulan (Discussion and Conclusion)

Selain abstrak, bagian kesimpulan adalah bagian yang paling mungkin dibaca dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian oleh para komite penguji. Komite akan mengharapkan beberapa hal di bawah ini:

(1)   Ringkasan dari metode penelitian kita.

(2)   Penjelasan dan diskusi yang jelas tentang hasil penelitian, dari mana dan mengapa kita memperoleh hasil tersebut.

(3)   Kontribusi kita terhadap bidang ilmu yang kita tekuni

(4)   Kritik yang objektif terhadap hasil penelitian kita, yang menekankan perlunya penelitian lebih lanjut (Future Works) atau implementasi nyata dari hasil penelitian kita.

Nah, MasDab. Itu dia beberapa bagian dari thesis, khususnya thesis di bidang engineering. Semoga bisa diambil hikmah dan manfaatnya.

Referensi:

[1]        H. B. Michaelson, How to Write and Publish Engineering Papers and Reports, 1st ed. Philadelphia, PA, USA: ISI Press, 1982.

[2]        J. Leo Finklestein, Pocket Book of English for Engineers and Scientists. New York, USA: McGraw-Hill, 2006.

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

2 Comments

Leave a Reply