Homesick (jilid 2)

Hampir dua tahun yang lalu, saya menulis artikel dengan judul yang sama, HOMESICK (tertanggal 3 Juli 2008). Artikel tersebut saya tulis sebagai dokumentasi pengalaman pribadi saya saat pertama kali saya tinggal di negeri gajah putih ini. Kini, penyakit Homesick itu tiba-tiba menyergap saya (lagi), MasDab. Penyebabnya sederhana, foto di atas.

“What the **** is this?” barangkali begitu Sampeyan bergumam dalam hati ketika melihat foto lemari saya yang mirip dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Ya, Sampeyan betul. Itu adalah buku-buku koleksi saya yang saya beli sejak SMA. Rak paling atas adalah buku-buku psikologi, koleksi bendel majalah-majalah lama, buku-buku AMT (Achievement Motivation Training) yang dulu sering saya pake untuk ‘ngisi’ acara pelatihan, dan beberapa buku berbau agama seperti kitab-kitab kuning yang dulu saya gunakan saat jadi “santri kalong” di sebuah madrasah diniyyah, Riyadhus Sholihin (yang tidak bisa saya tamatkan karena harus berangkat S2 ke Thailand), kitab fiqh Fathul Qorib, Al Mabadil Fiqhiyah, dan beberapa buku-buku kontemporer seperti Halal dan Haram (Yusuf Qardhawi), Sirah Nabawiyyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarokfury), dan beberapa karya Syaikh Abdullah Azzam (antara lain yang sangat saya sukai adalah Fi Dzilal Surah At Taubah).

Rak kedua, berbeda jauh dengan rak pertama. Semua buku di rak kedua berhubungan erat dengan hobi saya bermain-main dengan komputer. Mulai dari buku yang membahas apa itu internet, sampai bagaimana membuat (dan membongkar secara ilegal :D ) sebuah web ada di sana.

Bookworm. Barangkali itulah sebutan Sampeyan. Tapi itu saya akui dengan jujur. Homesick saat ini terjadi karena saya tidak lagi menemukan lemari “sampah” itu di kamar saya. Saat saya teringat sesuatu dan membutuhkan referensi cepat, kini hanya “Mbah Google” yang menjadi tumpuan harapan. Padahal, tidak semua informasi yang ada di sana shahih, terutama untuk referensi-referensi menyangkut fiqih dan urusan ibadah. Saat saya butuh bacaan yang memotivasi diri, lagi-lagi harus memanggil Simbah. Ketergantungan akut inilah yang membuat saya menjadi homesick, MasDab. Ingin kembali membongkar lemari lama, melihat begitu berantakannya buku-buku itu, dan membolak-balik isinya.

Tapi tak lama lagi……
Bookworm ini akan kembali menemukan apa yang sudah ditinggalkannya selama dua tahun.

Hopefully! :)

Be Sociable, Share!

2 Comments

  • mala di jogja says:

    homesick gara – gara liat foto lemari, tooo….tapi sayang, pas mengko balik ng jogja , buku – bukune dah dipindah semua ke kardus. gak tahu udah ditata pa belum….jadi, gak bakal liat lemari TPA lagi kaya di atas….

  • zainuri says:

    wah, kok dingaren raknya rapi ya? hehe.
    ya, sudah terobati kan masDab?
    semoga pengalamannya bermanfaat.

Leave a Reply