Merdeka Dari Kebodohan Bersama Google

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin besar seiring dengan meningkatnya pengguna komputer pribadi (PC), laptop, dan telepon seluler yang dilengkapi dengan fitur wi-fi dan 3G/HSDPA receiver. Indonesia bahkan menjadi negara konsumen laptop terbesar se-Asia Pasifik serta PC terbesar di dunia, sebagaimana disampaikan oleh Bonnie Mamanua, Micorosoft Office Group Head untuk wilayah kerja Indonesia [1]. Apabila pada tahun 2009 pengiriman komputer di Indonesia tercatat sebesar 2,5 juta unit, maka untuk tahun 2010 ini, pengiriman komputer di Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 62 persen yakni 4,17 juta unit. Tak hanya itu, Indonesia tak lama lagi akan menjadi negara konsumen telepon seluler BlackBerry terbesar di dunia [2]. Sampai dengan pertengahan tahun 2009 kemarin, pengguna telepon seluler berteknologi Research in Motion (RIM) tersebut sudah mencapai 300 ribu pelanggan. Tingginya peminat BlackBerry ini didukung oleh obral harga telepon saat momentum tertentu, tarif prabayar yang kompetitif, serta sifat bangsa kita yang konsumtif dan mudah terpikat dengan teknologi baru.

Teknologi ibarat pisau bermata dua. Jika ia tidak digunakan untuk kebaikan, pastilah berujung pada keburukan. Pertumbuhan pengguna komputer dan telepon seluler yang dilengkapi dengan kemampuan akses internet ini tidak serta merta membuat bangsa kita menjadi bangsa cerdas yang mampu keluar dari keterpurukannya. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua LSM Jangan Bugil di Depan Kamera (JBDK) Peri Umar Farouk, Indonesia justru menjadi negara pengakses konten pornografi urutan ke-4 di dunia [3]. Rendahnya anggaran pendidikan dan upaya pengembangan sumber daya manusia di Indonesia menambah catatan kelam bangsa yang dahulu pernah menguasai sepertiga negara ASEAN dengan kerajaan Sriwijaya-nya ini. Pada tahun 2006, Indonesia menduduki peringkat 109 dari 179 negara di dunia, diukur dari index pengembangan sumber daya manusia [4]. Di tingkat ASEAN, Indonesia menduduki peringkat ke-6 setelah Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Rendahnya laju pengembangan sumber daya manusia di Indonesia tentu layak disikapi sesuai dengan peluang dan kemampuan yang ada. Aplikasi berbasis web di internet, yang saat ini sangat mudah dijangkau melalui jaringan wi-fi dan 3G/HSDPA, bisa menjadi solusi alternatif. Salah satu provider aplikasi gratis berbasis web adalah Google. Google selama ini dikenal sebagai mesin pencari untuk mendapatkan informasi dari internet. Di sisi lain, Google menyediakan layanan-layanan lain yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.  Beberapa layanan tersebut antara lain:

1. Google Mail

Google Mail atau lebih dikenal dengan Gmail adalah layanan email gratis dengan fitur POP3 (Post Office Protocol) dan IMAP (Internet Message Access Protocol) berkapasitas awal 1 GB untuk setiap pengguna. Layanan POP3 dan IMAP ini memudahkan setiap pengguna untuk mengunduh konten email dengan perangkat mail client (seperti Microsoft Outlook, Thunderbird, atau Mail) dan membaca email tersebut secara offline tanpa harus terkoneksi dengan internet. Gmail juga memiliki layanan “Gmail Mobile” yang memudahkan pengguna membaca email melalui perangkat telepon seluler. Gmail bisa diakses di alamat:

http://gmail.com

Untuk pengguna yang memiliki website dengan domain berbayar, seperti “perusahaanku.com” atau “organisasiku.org”, Google menyediakan layanan khusus yang dikemas dalam paket “Google Apps”. Layanan standar yang bersifat gratis memberikan kemudahan bagi setiap pengguna untuk mengelola 50 akun email gratis dengan domain perusahaan atau organisasi, seperti “emailsaya@organisasiku.org”. Fasilitas email gratis ini dapat kita manfaatkan untuk mendukung pengembangan organisasi non-profit maupun lembaga pendidikan di berbagai lapisan masyarakat. Layanan gratis Google Apps bisa diakses di:

http://www.google.com/apps/intl/en/group/index.html

2. Google Scholar

Google Scholar adalah fasilitas mesin pencari yang mengkhususkan hasil pencarian pada publikasi ilmiah yang dimuat di berbagai website penerbit jurnal ilmiah maupun website pribadi penulis publikasi ilmiah tersebut. Hasil pencarian meliputi thesis, skripsi, laporan teknis, paper, buku elektronik, paten, dan halaman web yang memuat artikel ilmiah. Selain itu, Google Scholar memberikan informasi jumlah sitasi yang merujuk ke sebuah publikasi ilmiah. Google Scholar bisa diakses di:

http://scholar.google.com

3. Google Calendar

Google Calendar menyediakan fasilitas penjadwalan aktivitas harian dan bulanan secara online, layaknya sebuah buku agenda atau organizer. Agenda harian ini disimpan dalam server dan memungkinkan kita untuk mengaksesnya setiap saat dan di manapun kita terkoneksi dengan internet. Selain itu, Google menyediakan fasilitas reminder (pengingat) gratis yang akan mengirimkan pesan ke email atau telepon seluler sesaat sebelum kita memulai aktivitas yang telah kita agendakan. Kita pun bisa melibatkan rekan dan kolega untuk menghadiri agenda yang kita jadwalkan dengan mengirimkan email undangan ke rekan dan kolega kita. Informasi lebih lanjut mengenai Google Calendar bisa diakses di:

http://www.google.com/googlecalendar/about.html

4. Google Translate

Google Translate adalah sebuah alat penerjemah online yang mampu menerjemahkan kata, kalimat, dan halaman web dalam 58 bahasa di dunia. Dengan bantuan Google Translate, kita bisa mencari referensi dan artikel apapun tanpa memandang bahasa pengantar referensi tersebut. Google Translate bisa diakses di alamat:

http://translate.google.com

5. Google Docs

Google Docs adalah layanan pengolah kata (word processor), pengolah tabel (spreadsheet), media presentasi, dan media penyimpanan online gratis. Dengan Google Docs, kita dan kolega kita dapat berkolaborasi membuat artikel secara online layaknya mengetik di program Microsoft Word bersama-sama. Artikel yang kita tulis kemudian kita simpan di media penyimpanan sebesar 1GB yang memungkinkan kita dan kolega kita mengaksesnya di kemudian hari. Google Docs adalah salah satu aplikasi yang sangat cocok dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas kerja sebuah tim di manapun dan kapanpun. Google Docs dapat diakses di alamat:

http://docs.google.com

6. Google Wave

Google Wave adalah produk terbaru Google yang menggabungkan instant messaging, email, dan social networking. Google Wave memungkinkan kita bercakap-cakap dan melakukan koordinasi atau rapat online dengan satu atau lebih rekan kita secara real-time. Aplikasi ini dinilai jauh lebih simpel dari program instant messaging seperti Yahoo Messenger, MSN Messenger, atau MiRC karena kolaborasi dilakukan hanya dengan memanfaatkan browser seperti Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Selain itu, Google Wave juga menyediakan fitur quote yang memungkinkan kita membahas satu topik percakapan dengan lebih fokus. Google Wave bisa diakses di:

http://wave.google.com/

Demikianlah beberapa aplikasi berbasis web dari Google yang bisa kita manfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Keterbatasan fasilitas sebisa mungkin kita manfaatkan untuk menumbuhkan kreativitas, bukan alasan untuk terus berpaling dari tuntutan profesionalisme dan produktivitas.

Merdeka atau Bodoh!

Referensi:

[1]            M. Firman and I. Darmawan. (2010, 23 July). Pertumbuhan PC Indonesia Terbesar di Dunia. Available: http://teknologi.vivanews.com/news/read/157024-pertumbuhan-pc-indonesia-terbesar-di-dunia

[2]            B. Winoto. (2010, 23 July). Blackberry Menuju Sejuta Ummat. Available: http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/09/28/160357/blackberry-menuju-sejuta-umat/

[3]            U. Zaelani. (2010, 23 July). Indonesia Urutan Empat Dunia Buka Situs Pornografi. Available: http://www.antaranews.com/berita/1277318261/indonesia-urutan-empat-dunia-buka-situs-pornografi

[4]            The Human Development Report Office, “Human Development Indices: A Statistical Update 2008,” United Nations Development Programme, New York, USA, 2008, p. 30.

Be Sociable, Share!

3 Comments

Leave a Reply