Menuju Tokai University dari Narita Airport – Japan Note (1)

MasDab, Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, saya diperkenankan untuk mengunjungi Tokai University (東海大学), universitas di mana saya kelak akan menimba ilmu. Universitas ini memiliki beberapa kampus yang terletak di bilangan Tokyo, sampai dengan Hokkaido. Kali ini saya akan menuju kampus utama – Shonan Campus, yang terletak di kota Hiratsuka, prefecture Kanagawa. Untuk memudahkan rekan-rekan yang kelak menimba ilmu di kampus yang sama, kami akan menjelaskan cara menuju Tokai University dari Narita Airport. Catatan ini sekaligus merupakan catatan perjalanan saya yang pertama di Jepang. Apakah Sampeyan sudah siyap menyimak? Berikut ini uraiannya:

1. Jika Sampeyan sudah memiliki kontak di Tokai University, entah itu professor atau teman Anda, maka hal tersebut akan memudahkan. Namun jika belum, Sampeyan bisa membaca terlebih dahulu file-file PDF di bawah ini:

a. Download file : Access to Tokai University dan How to get to the International Residence. Di file ini terdapat berbagai alternatif pilihan jalur menuju Tokai University, baik yang menggunakan bus maupun yang menggunakan kereta.

b. Jika Sampeyan belum memiliki akomodasi, maka ada baiknya Sampeyan mencoba menginap di international residence. Tentu untuk memudahkan, Sampeyan bisa meminta tolong kenalan Sampeyan untuk melakukan pemesanan ruangan di sini. Alangkah baiknya kalau disertai dengan surat rekomendasi / surat keterangan dari universitas. Untuk informasi lengkap, Sampeyan bisa men-download file: Information_Tokai_Int_Residence

2. OK. Saya berasumsi Sampeyan sudah membaca semua file di atas sebelum melanjutkan ke petunjuk kedua. Petunjuk kedua ini akan sangat bermanfaat jika Sampeyan ingin menghemat ongkos perjalanan. Bagaimana caranya? Buka situs perjalanan http://www.hyperdia.com/, kemudian masukkan kata kunci “Narita Airport Terminal 2″ pada kolom “From”, dan “TokaiDaigakuMae” pada kolom 2, sebagaimana gambar di bawah ini:

3. Jika sudah, tekan “Search” dan amati rute perjalanan yang muncul. Saya memilih menggunakan rute dengan biaya terpendek (kurang lebih 1.800 Yen). Maklum, perjalanan kali ini tidak sepenuhnya ditanggung oleh lembaga sponsor beasiswa, jadi saya harus melakukan penghematan supaya bisa kembali dengan selamat ke Indonesia :) .

Sore kara, coba amati route no. 7 di bawah ini

4. Sampeyan mesti melakukan “transfer” sebanyak tiga kali, karena dari Narita International Aiport ke Nippori, Sampeyan musti turun di stasiun AOTO (青砥駅 – Aoto Eki), kemudian berpindah kereta menuju Stasiun Nippori (日暮里駅 – Nippori Station). Untuk menuju Nippori, Sampeyan bisa membeli tiket kereta perusahaan Keisei Main Line seharga 1000 Yen. Tiket berbentuk persegi panjang kecil, dengan panjang kira-kira 10 cm x 6 cm. Masukkan tiket ke entrance gate (kemudian ambil lagi) sebelum masuk ke platform kereta, dan jika Sampeyan selesai di stasiun tujuan, masukkan kembali tiket ke exit gate. Exit gate akan “menelan” tiket Sampeyan, sehingga Sampeyan tidak perlu repot-repot mencari tempat sampah untuk membuang tiket kereta.

Gambar di bawah ini saya ambil dari Platform 3, stasiun Narita. Kereta Keisei akan tiba pukul 8.14, jadi sebaiknya Sampeyan sudah stand by di sini sebelum kereta tiba. Di sana tertulis beberapa tujuan kereta, seperti Furubashi, Nippori, Ueno, dan sebagainya.

5.  Setelah Anda sampai di stasiun Nippori, Sampeyan musti membeli tiket kereta perusahaan Japan Railway (JR) untuk Yamanote Line. Yamanote Line menghubungkan stasiun-stasiun besar di jantung kota Tokyo. Coba amati gambar Yamanote Line di bawah ini

6. Jika Sampeyan memiliki Suica Card, semacam kartu prabayar untuk tiket kereta, Sampeyan akan lebih “tenang” karena tidak perlu lagi bingung membaca-baca rute dan membeli tiket dengan harga tertentu menuju tempat yang Sampeyan inginkan. Suica Card bisa Sampeyan gesekkan di exit gate saat Sampeyan keluar di stasiun tujuan dan dengan sendirinya akan mengurangi nilai deposit kartu Sampeyan. Untuk membeli deposit, Sampeyan bisa mendatangi mesin tiket, kemudian memasukkan Suica Card dan memilih nilai deposit. Saya memilih 3000 Yen, kemudian memasukkan uang 5000 Yen dan secara otomatis mesin akan mengeluarkan uang kertas kembalian sebesar 2000 Yen. Coba amati gambar di bawah ini. Suica card berwarna hijau perak bergambar penguin. Peralatan lain yang saya bawa adalah Notes kecil dan ballpoint (untuk mencatat, melakukan komunikasi dengan orang Jepang, etc.), passport, kompas dan sajadah mini, serta buku Japanese Phrasebook untuk survival. Cukup membantu saya untuk tidak tersesat saat pertama kali tiba di Jepang.

7. Dari Shinjuku Station, Anda menuju TokaiDaigakuMae Station, bisa menggunakan kereta Rapid Express maupun Express Train. Cari kereta menuju Odawara. Ada baiknya Sampeyan membuka halaman di bawah ini dan mencetak petanya dengan tinta printer berwarna. Akan sangat bermanfaat untuk memahami pengumuman di dalam kereta jika kereta akan berhenti di sebuah stasiun.

http://www.odakyu.jp/english/route/railmap/index.html

8. Setelah tiba di stasiun TokaiDaigakuMae, Sampeyan bisa berjalan kaki ke international residence atau menggunakan taksi jika membawa bawaan yang cukup banyak. Jika Sampeyan memilih menggunakan taksi karena membawa koper yang cukup besar, gunakan elevator ke lantai bawah. Di lantai bawah, keluar dan lihat sekeliling Sampeyan. Cukup banyak taksi berjajar rapi. Pilih satu dengan tanda kosong (空車) menyala merah. Datangi Pak / Bu Sopir, kemudian tunjukkan alamat penginapan Sampeyan sambil bilang:

この住所までお願いします

Kono juusho made onegai shimasu

Nah, MasDab. Demikian catatan perjalanan saya. Tak lain dan tak bukan, supaya perjalanan saya bermanfaat bagi rekan-rekan yang mengalami hal yang sama. Semoga Sampeyan tidak tersesat. Berbahagialah, orang jepang cukup ramah dan membantu. Jika Sampeyan merasa kesulitan, bertanyalah. “Malu bertanya sesat di jalan” masih berlaku di Jepang. Namun mungkin tidak di negeri kita sendiri. Wallahu a’lam……

{To be continued}

Be Sociable, Share!
Categories: Japan

1 Comment

Leave a Reply