Apa Itu Riset ? Tujuh Langkah Penelitian Untuk Orang Awam (Seri 1)

Keywords: arti penelitian, bagaimana melakukan penelitian, cara  meneliti, definisi penelitian

MasDab, barangkali Sampeyan pernah bertanya-tanya dalam hati, apa sih sebenarnya penelitian itu? Atau mungkin, yang terbayang dalam benak Sampeyan jika mendengar kata “penelitian” adalah seseorang yang memakai jubah putih (baca: baju lab), kemudian mengamati sesuatu di mikroskop. Benarkah demikian ? Apakah penelitian ‘hanya’ terdiri dari kerja lab saja? Artikel ini adalah salah satu bentuk pengalaman yang saya dokumentasikan, yang semoga memberi kemanfaatan untuk Sampeyan yang baru saja masuk dan berkenalan dengan dunia penelitian. Pada artikel berseri ini, saya hanya membahas tindak lanjut penelitian sampai dengan tahapan publikasi saja. Tindak lanjut yang lain, seperti implementasi langsung, atau penerapan di industri dengan lingkup yang lebih besar, saya anggap sebagai “efek samping” dari hasil penelitian yang berupa publikasi.

Dengan tulisan berseri bergaya bahasa santai ini, semoga kita semua – pelaku penelitian, pelajar, guru, dosen, mahasiswa – sukses tersesat dan terjerumus di jalan yang benar dengan khusnul khotimah (berakhir dengan baik) dan tuma’ninah (disertai dengan jeda dan rehat, untuk menyempurnakan seluruh proses). Dan yang paling penting, semoga kita bisa mendapatkan apa yang kita cintai dan mencintai apa yang telah kita dapatkan.

Olrait. Cekidot!

“Bagaimana Anda melakukan riset?”, Tanya seorang dosen penguji kepada mahasiswa ingusan yang ingin mendaftar menjadi dosen.
“Yaa…saya duduk di depan komputer, mengerjakan apa yang perlu saya kerjakan, dan saya mencari referensi di internet jika saya menemui kesulitan. Begitu kira-kira Pak!” jawab mahasiswa ingusan tadi.

Penelitian atau riset sebenarnya terdiri dari banyak tahap. Saya merangkum tahapan-tahapan tersebut menjadi tujuh tahap. Untuk memudahkan kita dalam mengingatnya, ambil saja singkatan ini:
PRO-LI-M-ME-X-PUB-CIT (baca : prolim mexpubcit), kependekan dari PRO-blem statement, LI-terature review, literature M-anagement, ME-thod development, e-X-periment and implementation, PUB-lication, dan CIT-ation. Kalau kurang jelas, lihat lagi gambar di atas deh! Sori kalau agak dipaksakan dan garing.. :D

Oke, kita bahas dulu satu per satu ya. Tarik nafas dan longgarkan celana yang membalut erat perut Sampeyan. Barangkali penjelasan saya membuat Sampeyan kenyang sebelum selesai membaca artikel ini.

A. PROBLEM STATEMENT

Istilah kerennya adalah “nyari masalah” adalah sesuatu yang mendasari mengapa penelitian perlu dilakukan. Contoh masalah adalah: “mengapa orang Indonesia susah tertib dan antri dengan teratur?”
Masalah ini kemudian menimbulkan hipotesa atau dugaan awal atas hasil penelitian, seperti:
“Orang Indonesia susah tertib dan antri dengan teratur KARENA pelajaran di sekolah tidak diikuti dengan contoh nyata di kehidupan sehari-hari”.  Frase “pelajaran di sekolah tidak diikuti dengan contoh nyata di kehidupan sehari-hari” harus dibuktikan dengan data-data yang shahih dan valid, bukan asal comot dari internet :D.

Ada kalanya kita mencari-cari masalah, supaya kita mendapatkan kesempatan untuk meneliti. Mudahkah langkah pertama ini? Ada kalanya mudah, ada kalanya sulit. Bidang penelitian yang sudah ‘matang’ (mature), seperti bidang networking atau programming di area computer science terkadang hanya memberikan celah sempit bagi peneliti. Mengapa? Karena banyak hasil penelitian di bidang ini yang sudah diimplementasikan secara luas di berbagai produk komersial, terutama end-user product. Tentunya, untuk bisa memberikan hasil penelitian yang lebih baik, seseorang harus mempertimbangkan dan membandingkan hasil penelitiannya dengan produk komersial yang sudah beredar di pasaran. Kalau hasilnya nggak lebih baik dan beli produk komersial aja bisa, ngapain elo neliti dari awal lagi? Re-invent the wheel alias sia-sia aja bin buang waktu!

Untuk bisa mencari masalah penelitian, perlu bimbingan dan panduan dari mereka yang sudah berpengalaman, memiliki jejak rekam publikasi, di bidang dan topik yang akan kita teliti. Nggak mungkin Sampeyan neliti di bidang face recognition dengan pembimbing yang ahli di bidang hermeneutika dan studi agama. Jaka sembung bin nggak nyambung! Maka, mencari dosen pembimbing akademik yang menguasai bidang penelitian Sampeyan sangat penting. Meskipun dosen pembimbing Sampeyan galak, tapi kalau ia menguasai dan peduli terhadap hasil penelitian Sampeyan, itu masih lebih baik daripada dosen pembimbing yang suka nraktir tapi sama sekali tidak menguasai dan tidak peduli dengan apa yang Sampeyan lakukan. Tapi idealnya, carilah dosen pembimbing yang suka nraktir, ramah, dan menguasai bidang yang Sampeyan teliti :D

B. LITERATURE REVIEW

Tahap yang kedua ini sangat berhubungan erat dengan tahap yang pertama. Ada kalanya, untuk mencari masalah penelitian, kita perlu melakukan studi literatur terlebih dahulu. Begitu pula sebaliknya, setelah menemukan masalah penelitian, studi literatur perlu dilakukan supaya kita menemukan solusi dan hipotesa terbaik dari masalah yang kita teliti. Tahap kedua ini, meskipun terlihat sepele dan simpel, seringkali menjadi salah satu “pengganjal” mahasiswa (atau bahkan peneliti ahli sekalipun) dalam melakukan penelitian. Salah satu masalah besar yang sering dihadapi dalam studi literatur adalah pemilihan “kata kunci” (keywords) yang tepat, serta akses literatur.

Kita mulai dengan bagaimana memilih kata kunci. Di dalam dunia penelitian, memilih kata kunci yang tepat ibarat membuat visa untuk masuk ke sebuah negara. Jika visa tersebut tidak memiliki “kekuatan” lebih (misal, Sampeyan ingin pergi ke sebuah negara, tapi hanya mendapatkan visa pelajar), maka fasilitas yang bisa Sampeyan akses hanya terbatas pada kekuatan visa Sampeyan, yakni segala sesuatu yang boleh diakses oleh pelajar. Tapi jika Sampeyan memiliki visa diplomat, tentu ceritanya lain lagi. Nah, dalam dunia penelitian, kata kunci akan menentukan sekali akses yang akan Sampeyan dapatkan ke literatur yang berhubungan erat dengan penelitian Sampeyan. Bagaimana menentukan kata kunci yang pas? Berikut ini beberapa tips yang bisa Sampeyan praktikkan

1. Tanya pada mereka yang ahli di bidangnya

Langkah pertama, dan yang paling mudah adalah bertanya. Ya, bertanya! Jangan malu untuk bertanya, karena bisa jadi jawaban yang Sampeyan peroleh adalah solusi awal dari problem penelitian Sampeyan. Tanyakan langsung pada mereka yang ahli di bidangnya, bisa teman Sampeyan, dosen pembimbing, atau bahkan penulis paper yang Sampeyan baca!. Saya sendiri, pernah punya pengalaman pahit untuk urusan kata kunci ini. Karena saya tidak bertanya, saya baru menemukan paper yang benar-benar pas setelah 1 bulan melakukan eksplorasi di internet. Lumayan lama kan? Kalau Sampeyan bertanya, mungkin Sampeyan bisa menghemat waktu dan bisa mengerjakan penelitian lebih cepat

2. Pengamatan langsung dari paper yang dibaca

Jika Sampeyan rajin membaca paper ilmiah, Sampeyan akan mendapatkan satu atau dua baris kecil di bawah bagian abstrak (abstract), berisi kata kunci penting yang berhubungan erat dengan paper yang Sampeyan baca. Kata kunci ini, biasanya ditambahkan pada paper ilmiah untuk mempermudah peneliti lain dengan topik sejenis atau mirip, yang ingin membaca paper tersebut. Dengan mencantumkan kata kunci yang pas, harapannya, paper tersebut akan mudah ditemukan dan akan semakin menambah peluang tersitasinya paper tersebut.

3. Gunakan Academic Research Search Engine dari Microsoft

Link: http://academic.research.microsoft.com/

Apa itu academic research search engine? Kita singkat saja dengan ARSE ya! ARSE adalah salah satu fasilitas yang disediakan Microsoft untuk mempermudah peneliti menemukan paper-paper penelitian, lengkap dengan bidang penelitiannya dan kata kuncinya! Portal ini sangat bermanfaat, terutama jika Sampeyan ingin mengembangkan kata kunci awal yang telah Sampeyan dapatkan sebelumnya.

Perhatikan gambar di atas, pada saat Sampeyan mengakses ARSE pertama kali, Sampeyan akan menemukan berbagai pilihan fitur, salah satunya adalah fitur pencarian terbatas (dengan cara memilih domain penelitian Sampeyan). Jika Sampeyan kuliah di Teknik Elektro, Sampeyan bisa memilih domain “Computer Science” atau “Engineering” untuk membatasi hasil pencarian. Setelah itu, masukkan kata kunci yang tepat. Misalnya, untuk penelitian saya, “eye tracking” adalah kata kunci yang saya masukkan. ARSE akan menampilkan ribuan paper yang berhubungan dengan kata kunci yang Sampeyan masukkan. Tapi hebatnya, ARSE juga secara otomatis mengekstrak semua kata kunci yang berhubungan dengan paper-paper tersebut. Perhatikan kolom bagian kiri bawah dari halaman hasil pencarian Sampeyan. Ada 312 kata kunci yang berhubungan dengan kata kunci “eye tracking”. Nah, dengan memanfaatkan kata kunci ini, Sampeyan bisa mempertajam hasil pencarian. Misal, Sampean ingin mencari paper tentang “eye tracking” yang digunakan pada studi atensi visual. Maka, klik kata kunci “Visual Attention” dan muncullah paper-paper yang berhubungan dengan katak kunci “eye tracking + visual attention”. Begitu seterusnya. Mudah kan?

4. Gunakan Google Trends dan Google Adwords

Link: http://www.google.com/trends/

Apa itu Google Trends? Google trends adalah sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menganalisa tren pencarian berdasarkan kata kunci yang dimasukkan dalam mesin pencari Google. Aplikasi ini sangat bermanfaat, terutama untuk para pelaku bisnis yang menjadikan internet sebagai media bisnis utama. Google Trends akan melakukan analisa pencarian berdasarkan tahun pencarian, lengkap dengan kata kunci lain yang berhubungan erat dengan kata kunci yang Sampeyan masukkan.

Link : http://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal

Google Adwords, memiliki fungsionalitas yang hampir sama dengan Google Trends. Bedanya, Google Adwords cenderung digunakan untuk membantu secara langsung pebisnis yang ingin mengiklankan produknya melalui mesin pencari Google dan layanan AdSense. Google Adwords menyediakan fasilitas khusus berupa KeywordTool, yang berfungsi untuk memilih kata kunci terbaik berdasarkan jenis produk yang akan dijual. Nah, dengan menggunakan aplikasi ini, Sampeyan bisa dengan leluasa melihat kata kunci yang sering digunakan di mesin pencari Google untuk mencari sumber referensi online yang berhubungan dengan sebuah topik tertentu.

BERSAMBUNG …. | Simak juga tulisan-tulisan seru lainnya di Kolom Writing

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

4 Comments

Leave a Reply