EMBC2013 – Pengalaman Menghadiri Seminar Internasional Terbesar di Bidang Biomedis

*Alhamdulillah*
Akhirnya saya bisa berpartisipasi dalam salah satu seminar internasional ter-akbar di bidang rekayasa biomedis (biomedical engineering). IEEE EMBC 2013 (Engineering in Medicine and Biology Conference). Seminar ini biasanya diadakan dua tahun sekali di Amerika Serikat dan dua tahun sekali di luar Amerika. Beruntung sekali, kali ini diadakan di Osaka, sehingga menghemat biaya akomodasi dan perjalanan, hehe….

Bagaimana saya mendengar tentang “sakralnya” seminar ini? Saya tahu seminar ini sejak tahun 2008, saat saya menempuh S2 di Thailand. Saat itu, salah satu anggota lab menjadi wakil lab untuk hadir di EMBC 2008 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada. Bisa dibayangkan betapa sibuknya dia. Mulai dari mencari sponsor untuk membeli tiket pesawat, membiayai hotel, sampai dengan mempersiapkan presentasi papernya. Saat itu dosen saya berbisik, “Ini seminar tahunan yang sangat besar. Pesertanya lebih dari 1000 orang dan paper yang diterima di seminar ini biasanya memiliki sitasi yang tinggi setelah masuk di database IEEE”. Saya cuma membayangkan saat itu, “Wah, apa bisa saya kirim paper ke seminar seperti ini ya. Sepertinya paper-paper yang diterima di-review dengan sangat ketat…..”

Pertanyaan itu terjawab tahun ini. Betul, paper-paper yang masuk ke seminar ini benar-benar “dicukur gundul” oleh para reviewer, termasuk salah satu paper penelitian yang saya kirimkan ke EMBC 2013. Saya sendiri mendapatkan komentar dari 15 reviewer, dan hampir semuanya native speaker.

Bayangkan, satu paper “dikroyok” rame-rame oleh para ilmuwan dan doktor. Walhasil komentar-komentar yang diberikan pun sangat kritis dan bermanfaat. Bahkan beberapa diantaranya memberikan arahan-arahan untuk penelitian selanjutnya. Baru kali ini saya merasakan atmosfir yang luar biasa berbeda, untuk sebuah seminar internasional. Alhamdulilah, meski banyak komentar-komentar kritis, paper saya dinyatakan lolos dan layak masuk dalam oral presentation (presentasi tatap muka, selama 15 menit).

Paper-paper yang masuk dalam oral presentation biasanya paper yang dinilai mendapatkan apresiasi publik cukup besar. Paper-paper yang tidak masuk dalam sesi oral presentation akan masuk dalam poster presentation, di mana penulis menampilkan poster berisi hasil penelitiannya dan berdiskusi selama 1,5 jam di booth poster yang sudah disediakan panitia.

Pemandangan kota Osaka dari Osaka International Convention Center

Pagi tanggal 3 Juli 2013 cuaca Osaka cukup cerah, tanpa hujan (meski ramalan cuaca memperkirakan hujan lebat pada sore dan malam hari). Sesi tutorial pagi diisi oleh Professor Kenji Suzuki, salah satu ahli di bidang Machine Learning untuk citra medis. Prof. Suzuki memaparkan salah satu algoritma yang telah ia patenkan: Pixel-based Machine Learning. Dengan menggunakan pixel sebagai masukan algoritma neural network, Prof. Suzuki dan timnya berhasil melakukan berbagai macam teknik image processing dengan hasil yang sangat signifikan dan jauh lebih baik dari metode-metode konvensional.

Professor Kenji Suzuki memberikan ceramah tentang metode Machine Learning yang diterapkan pada citra medis. Lumayan menarik dan memuaskan dahaga ilmu,
karena baru kali ini saya mengetahui penggunaan Machine Learning ternyata lebih efektif untuk melakukan “segmentasi” di bagian-bagian citra medis

Siangnya, saya bergabung dengan tutorial penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh student chapter EMBS. Pembicara sesi ini adalah Dr. Matthias Reumann, salah seorang representatif EMBS yang kini bekerja di IBM Research, Australia. Tutorial penulisan karya ilmiah ini lumayan membantu saya dalam mendapatkan ‘framework’ yang benar untuk menulis ilmiah. Diskusi dan praktek pun berjalan seru. Di akhir acara, saya sempat mengambil gambar bersama pembicara, sebelum akhirnya kami kembali ke hotel NCB, 6 menit jalan kaki dari Osaka Convention Center.

Bersama Dr. Matthias Reumann, pemateri workshop scientific writing dan salah satu representatif dari EMBS student chapter (keterangan ki-ka: Dr. Chompoonuch Jinjakam dari KMITL Thailand, saya, dan Dr. Matthias Reumann).

Di hari berikutnya, saya berkesempatan untuk melihat eksebisi dan poster session yang dilaksanakan serempak di lantai 3, Osaka International Convention Center. Lumayan meriah. Banyak peserta sesi poster yang bersemangat menampilkan poster hasil penelitiannya. Suasana sesi poster dan eksebisi seperti suasana pameran komputer di kota asal saya, Yogyakarta. Banyak orang, sangat ramai, dan cukup susah untuk bergerak dari satu poster ke poster yang lain. Benar-benar terasa atmosfer akademik dari seminar ini.

Pengunjung sesi poster membludak. Lebih dari 500 pengunjung tumpah ruah di sesi eksebisi dan poster pada hari Kamis, 4 Juli 2013

Salah satu hal menarik yang saya dapatkan dari seminar ini adalah, tersedianya beberapa stand penerbit yang menawarkan terbitan jurnal gratis untuk semua pengunjung. Ya, jurnal terbaru dan gratis. Bisa dibayangkan, betapa bersemangatnya saya untuk mengambil jurnal-jurnal yang ada di seminar tersebut, terutama yang berhubungan dengan penelitian yang saya lakukan. Tak kurang dari 5 buah jurnal saya dapatkan dari seminar ini :)

Jurnal gratis yang dibagikan selama seminar berlangsung

Hari terakhir di seminar ini (5 Juli 2013) adalah hari terpenting dari periode keikutsertaan saya. Ya, saya harus mempresentasikan paper yang saya kirimkan secara lisan, di hadapan tak kurang dari 80 peserta. Saya cukup ‘tertolong’ dengan jadwal presentasi yang diselenggarakan pagi hari (mulai pukul 08.00). Karena waktu presentasi pagi, tak banyak peserta yang hadir. Hall yang berkapasitas sekitar 200 kursi pun hanya terisi kurang dari setengahnya. Sedikitnya peserta yang hadir bukan berarti sedikit pertanyaan yang muncul. Ada setidaknya dua pertanyaan yang muncul dan Alhamdulillah berhasil saya jawab.


Suasana presentasi paper

Satu hal yang saya rasakan dari seminar ini adalah : meskipun biaya pendaftarannya cukup mahal, manfaat yang saya dapatkan dari seminar ini cukup banyak. Selain mendapatkan banyak kenalan dari berbagai negara, saya juga merasakan perbedaan “kultur” antar bangsa. Bagaimana para peneliti dari berbagai negara menjalin hubungan dengan peneliti lain, bagaimana mereka melontarkan ‘joke’ (lelucon) selama berdiskusi, bagaimana mereka berusaha terlihat akrab, meski bahasa Inggris-nya pas-pasan (hehe…). Suasana dan atmosfir akademis seperti itu sangat jarang ditemui di seminar internasional lain yang lingkupnya lebih kecil. Beberapa hal yang saya jumpai di sini bahkan sempat saya dokumentasikan dengan hashtag #EMBC2013 di laman Facebook saya:

#EMBC2013 : talking about paper’s structure, by adhering rules of publisher, presenting nice graphics, constructing logical abstract and conclusion, you’ve made life of editor and reviewer easier

#EMBC2013 : bagaimana menilai sebuah seminar internasional itu bagus atau tidak?

  • Lihat penyelenggaranya (asosiasi ilmuwan? universitas? atau siapa?
  • Cek, sudah berapa kali seminar itu diadakan? Semakin besar angkanya, umur seminar itu semakin tua. Paper semakin berkualitas
  • Cek, berapa tahun sekali seminar itu diadakan? Jika diadakan 2 atau 3 tahun sekali, bisa dipastikan itu bukan sembarang seminar internasional.
  • Cek, berapa “acceptance rate” paper di tahun sebelumnya? Semakin kecil nilai acceptance rate (misal, dari 200 paper, hanya 30% yang diterima), seminar itu semakin berkualitas.
  • Lihat panitia dan semua yang terlibat di dalamnya. Lihat daftar committee-nya. Lihat siapa keynote speaker-nya. Lihat siapa sponsor seminar tersebut, dari perusahaan apa saja.

#EMBC2013 : beberapa fakta penting tentang abstrak di paper-paper IEEE:

  • Abstrak biasanya terdiri dari satu paragraf
  • Abstrak adalah bagian pertama yang dibaca editor, untuk menentukan reviewer yang “pas” bagi paper kita
  • Abstrak adalah salah satu bagian yang dibaca reviewer, menentukan apakah paper kita dibaca seutuhnya, atau ditolak seutuhnya.
  • Abstrak tidak pernah mencantumkan sitasi ke referensi.

#EMBC2013 : Abstrak HARUS mengandung:

  1. Kenapa penelitian yang dilakukan penting?
  2. Sekilas penelitian sebelumnya
  3. Apa yang kita temukan dari penelitian kita dan apa unsur novelty / kebaruan-nya ?
  4. Apa implikasi / manfaat dari temuan kita. Mengapa pembaca, editor, dan reviewer harus peduli dan membaca paper kita?

#EMBC2013 : Enjoy your first manuscript draft, enjoy your accomplishment. But don’t forget, your first draft is not your best draft to be submitted (– Workshop on writing techniques).

Demikianlah sekelumit cerita yang bisa saya hadirkan untuk sahabat sekalian. Semoga bisa memberi motivasi untuk rekan-rekan dan saya pribadi, supaya di masa yang akan datang kita bisa lebih produktif dan berprestasi :).

Be Sociable, Share!
Categories: IEEE, Scientific Writing

4 Comments

Leave a Reply