"Rahasia" bagian referensi untuk seorang reviewer

Pada saat kita menulis paper ilmiah, tentu kita melakukan sitasi-sitasi dari paper sebelumnya. Paper-paper yang disitasi tersebut kita letakkan pada sebuah bagian yang kita namakan bagian “Reference” atau “Bibliography”. Ternyata bagian ini menjadi “short cut” penting untuk reviewer dalam menilai kualitas sebuah paper. “Rahasia” bagian referensi (Bibliography/References) pada sebuah paper, menurut Prof. Justin Zobel (2004) ada enam:

1. Referensi menunjukkan seberapa jauh pengetahuan penulis terhadap bidangnya. Semakin relevan dan semakin baru (kurang dari 3 tahun), penulis dinilai “aware” terhadap perkembangan terkini.

2. Jika referensi terlalu banyak (di atas 60 paper untuk technical paper, bukan review paper), dicurigai referensi yang relevan hanya sedikit, dan sisanya hanya untuk mengelabui reviewer.

3. Jika referensi paper mayoritas hanya berisi paper-paper yang ditulis oleh penulis, dicurigai ada usaha untuk melakukan “self-citation” dengan cara curang (self-citation melebihi 1/3 jumlah paper yang disitasi).

4. Kasus sama dengan no.3, dicurigai konten yang dimuat di paper tersebut redundan (ada pengulangan dengan menggunakan konten dari paper penulis yang telah diterbitkan).

5. Jika referensi lebih banyak ke technical reports yang belum dipublikasi, atau ke jurnal dan conference yang tidak berhubungan dengan tema paper tersebut, konten paper dinilai kurang valid.

6. Self-citation pada karya sendiri yang telah dipublikasi dibolehkan, tidak melebihi 1/3 dari seluruh paper yang disitasi. Self-citation juga menunjukkan “track record” dari penulis. Jika penulis sudah pernah melakukan publikasi di jurnal internasional, reviewer akan lebih “percaya” bahwa paper yang sedang direview bukan karya pertama penulis.

Nah, mulai sekarang, kita perlu benar-benar memperhatikan kualitas paper yang kita masukkan sebagai referensi :)

Referensi: 

[1] J. Zobel : “Refereeing” in Writing for Computer Science, 2nd ed.: Springer, London, pp. 208-209 (2004).

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

2 Comments

  • Ahmad M. Arrozi says:

    Senang rasanya baca semua tulisan di blog ini.
    Thanks atas share infonya, semoga menjadi pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Amiin

    • Terima kasih sudah berkunjung mas Makky, aamiin ya robbal alamiin. Salam untuk keluarga, kapan-kapan kalau pas di Indonesia semoga bisa silaturrahim ke panjenengan dan keluarga.

Leave a Reply