Belajar budaya Jepang: "Kenapa sopir kendaraan umum di Jepang sering bicara pada dirinya sendiri?"

Masinis kereta sedang menjalankan tugas (kanan) dan peraturan keselamatan penumpang di bus (kiri)

Saya sering menerima pertanyaan dari teman dan saudara yang berkunjung ke Jepang. Mereka yang pernah naik kendaraan umum, terutama bus dan kereta, pasti sering melihat dan mendengar sopir bus atau masinis kereta sering bicara pada dirinya sendiri, bahkan sambil menunjuk-nunjuk kanan kiri depan. Untuk mereka, mungkin ini hal yang aneh. Tapi itu terjadi di semua tempat, di wilayah Jepang. Tentu bukan hal aneh untuk orang Jepang.

Saya pun awalnya merasa demikian. Pada saat pertama kali saya datang ke Jepang, saya menganggap kebiasaan ini sangat aneh dan lucu, karena saya sama sekali tak pernah menemuinya di Indonesia. Dalam hati saya waktu itu berkata, “Capek sekali, menyupir sambil berbicara dan menggerak-gerakkan tangan ke sana kemari”. Lambat laun, saya mulai tahu bahwa semua itu dilakukan untuk keselamatan penumpang. Tapi itu hanya dugaan saya saja, tanpa ada bukti tertulis yang saya lihat langsung.

Nah, siang ini selepas sholat Jumat saya naik bus Chibasu, dengan ongkos 100 Yen (jauh-dekat). Setahun lebih saya menggunakan bus itu, baru hari ini saya melihat langsung apa yang selama ini saya cari: peraturan pak sopir di dalam bus. Langsung saya ambil HP dan saya foto. Berikut tulisan inti dari pengumuman itu.

運転士の決意
(Keputusan / peraturan pak sopir)

1. 安全運転、目と指と声と心で
「左よし」「右よし」「車内よし」「発車よし」
Mata, jari, suara, dan hati untuk keselamatan berkendara. (Kiri, ok) (Kanan, ok) (Dalam, ok) (Berangkat, ok)

2. 安心安全のための車内アナウンス
「発車します」「はい、次停まります」「OO 行きます」初めてのお客様でも安心してご乗車いただきますように
Pengumuman untuk keperluan keselamatan fisik dan rasa aman. (Yak berangkat) (Berikutnya kita berhenti) (Kita akan pergi ke OO). Hal ini terutama untuk mengkondisikan penumpang yang baru pertama kali naik kendaraan tersebut (tambahan dari saya: mungkin supaya tidak kaget saat rem mendadak atau gas mendadak).

3.「あいさつ」それは感謝の気持ち
気持ちの良い「あいさつ」でお客様のご乗車を待ちしております
“Salam”. Hal tersebut mewujudkan perasaan terima kasih pak sopir kepada para penumpang (tambahan: yang telah mempercayakan dirinya pada perusahaan bus tersebut). Dengan salam yang dilakukan sepenuh hati, pak sopir senantiasa menunggu para penumpang.

Nah, sekarang jika Anda ditanya teman Anda, atau Anda melihat fenomena itu, Anda sudah tahu mengapa sopir di Jepang melakukannya.

(keterangan sumber gambar: kanan: google image, kiri: bus chibasu jurusan Azabunishi, koleksi pribadi)

Be Sociable, Share!
Categories: Japan

Leave a Reply