Belajar Menjadi Proofreader Bahasa Inggris

Sudah berkali-kali saya melakukan pekerjaan proofreading paper (sampai hari ini sifatnya sukarela) dan berkali-kali pula saya menemukan berbagai macam kalimat yang “tidak masuk akal” atau “susah dipahami”. Menulis ilmiah dalam bahasa Inggris itu keterampilan. Dan butuh investasi besar untuk menguasai keterampilan itu.

Seorang peneliti yang ingin mempublikasikan (dan mengkomunikasikan) hasil penelitiannya ke dunia internasional mau tidak mau memang harus belajar bahasa Inggris dengan baik. Kalau tidak mau, silahkan sediakan uang Rp. 10 juta untuk biaya proofreading 10 halaman paper Anda oleh proofreader profesional. Mengapa mahal? Karena sekali lagi, keterampilan dan pengalamanlah yang dijual. Saya sendiri, karena tidak punya alokasi dana sebesar itu untuk paper-paper saya, akhirnya memilih pilihan pahit: sayalah yang harus jadi proofreader itu. Ketika pilihan itu saya ambil, saya menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikiran saya untuk menguasai keterampilan seorang proofreader bahasa Inggris. Setidaknya, keterampilan itu berguna untuk saya pribadi.

Tapi, Anda pun bisa melakukannya. Bagaimana caranya?

Beberapa yang saya lakukan adalah:

(1) Membeli kamus elektronik yang pas. Gunakan dua buah kamus: Inggris-Indonesia/Indonesia-Inggris dan Inggris-Inggris. Dengan kamus Inggris-Inggris, kita tahu konteks dari sebuah kata yang ingin kita gunakan. Jangan lupa gunakan kamus Thesaurus, untuk mengetahui padanan kata / sinonim dari sebuah kata. Hal ini penting, karena dalam sebuah paper kita perlu menggunakan berbagai varian kata sambung (furthermore, however, moreover, dan seterusnya) supaya pembaca tidak bosan. Saya menggunakan Oxford untuk Inggris-Inggris dan Merriam-Webster untuk Thesaurus.

(2) Alokasikan waktu untuk membaca buku-buku “how to” atau cara menulis ilmiah yang baik. Saya merekomendasikan buku:
– From Research to Manuscript
– Writing for Computer Science
– English for Writing Research Paper
Silahkan cari informasi tentang buku-buku itu di Google.

(3) Untuk buku grammar yang spesifik di bidang teknik, saya menggunakan: “Pocket Book of English Grammar for Engineers and Scientists”. Saya sudah baca dari cover depan ke cover belakang. Dan saya rekomendasikan buku itu sebagai salah satu penambah “suplemen” keterampilan proofreading.

(4) Baca paper-paper yang berhubungan dengan penelitian Anda. Serap “style” dari penulis-penulis itu, dan gunakan dalam paper Anda. Misalnya, bagaimana menerangkan “gap” penelitian. Bagaimana ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam abstrak. Bagaimana memulai pendahuluan, dan seterusnya. Serap dan serap style mereka. Kalau perlu, kumpulkan dalam satu file frase-frase yang menarik. Tapi ingat, jangan sampai kita melakukan plagiasi karena “copy-paste” frase-frase itu.

(5) Pelajari fitur-fitur di Ms.Word, atau OpenOffice yang memungkinkan kita untuk memberi komentar, atau melakukan editing dengan baik (misalnya: fitur review). Ini sangat bermanfaat jika Anda bekerja dalam tim. Gunakan fitur ini untuk melakukan perbaikan pada paper-paper yang dikoreksi.

(6) Terus menambah perbendaharaan kosakata, khusus untuk kosakata yang sering digunakan dalam paper. Catat kosakata baru plus artinya, dan sering-seringlah melihat file itu di kala senggang. Seseorang yang ingin menghafal kata baru, sebaiknya tidak langsung menghafal banyak. Menghafal sedikit demi sedikit, namun sering, itu lebih baik. Pelajari konsep “spaced repetition learning”.

(7) Gunakan software ANKI untuk “menempelkan” hafalan kosakata itu. Cek di sini: http://ankisrs.net/. Saya sudah menggunakannya untuk sedikit demi sedikit belajar bahasa Jepang juga. Dan manjur.

(8) Kritis dalam melihat tulisan, baik tulisan kita sendiri maupun tulisan orang lain. Untuk tulisan kita sendiri, luangkan waktu satu sampai dua minggu untuk tidak membaca paper kita. Setelah itu, baca lagi dan posisikan Anda BUKAN sebagai penulis paper itu. Saat Anda membaca paper itu, terus tanamkan dalam pikiran kita untuk “mencari kesalahan” dalam paper tadi. Untuk yang satu ini memang butuh latihan, dan agak susah. Tapi sekali kita kuasai yang terakhir ini, kita betul-betul akan sangat “kejam” dalam mengoreksi paper kita sendiri.

Susah? Memang. Itulah sebabnya kita perlu uang banyak untuk membayar proofreader. Kalau tidak punya uang, jadilah proofreader untuk diri sendiri.

Be Sociable, Share!
Categories: Scientific Writing

4 Comments

Leave a Reply