Sepuluh pertimbangan dalam memilih jurnal target

journal_small

Dipublikasikan di berita-iptek.com 8 April 2014

Publikasi adalah salah satu mata rantai penelitian yang berfungsi untuk menyebarluaskan ide dan hasil penelitian. Salah satu cara untuk mempublikasikan hasil penelitian adalah dengan mengirimkan manuskrip (bakal calon paper) dalam sebuah jurnal ilmiah. Memilih jurnal ilmiah bukan pekerjaan mudah, apalagi untuk para peneliti pemula. Untuk sebagian mahasiswa S3, pembimbing akademik atau fakultas tempat mereka belajar sudah menentukan kriteria jurnal ilmiah yang layak untuk syarat menempuh ujian disertasi. Namun demikian, kendala untuk memilih jurnal ilmiah yang tepat masih saja ditemui. Pada artikel ini, saya ingin menyampaikan sepuluh kriteria yang layak untuk menjadi pertimbangan dalam memilih jurnal target.

Penilaian sejawat (peer review) dan reputasi jurnal

Jurnal yang baik adalah jurnal yang menyediakan layanan penilaian sejawat untuk semua manuskrip yang masuk di meja editor. Penilaian sejawat menjadi kata kunci untuk menentukan kelayakan sebuah jurnal ilmiah sebagai tempat diseminasi hasil penelitian. Di era internet ini, sangat banyak jurnal ‘palsu’ yang meniadakan proses penilaian sejawat sekedar untuk mengeruk uang dari para peneliti melalui biaya publikasi yang tinggi. Jurnal yang diterbitkan oleh komunitas peneliti dan profesi ternama (seperti IEEE untuk lingkup internasional, atau IEICE dan IEEJ untuk lingkup Jepang) biasanya menyediakan layanan penilaian sejawat yang baik.

Kesesuaian (relevansi)

Setelah mempertimbangkan aspek penilaian sejawat, faktor kesesuaian menjadi pertimbangan yang kedua. Untuk menilai apakah sebuah jurnal target sesuai dengan tema manuskrip, lihat paper-paper yang telah diterbitkan oleh jurnal tersebut. Apabila banyak paper-paper yang bertema sama dengan manuskrip yang akan dikirimkan, tentunya tidak menjadi masalah untuk mengirimkan manuskrip ke jurnal tersebut.

Memperhatikan impact factor dan citation awareness

Impact factor (IF) adalah salah satu ukuran yang menunjukkan rerata sitasi ke artikel-artikel yang dipublikasikan oleh sebuah jurnal ilmiah dalam rentang waktu tertentu (misalnya: IF dalam waktu 2 tahun, atau IF dalam waktu 5 tahun). IF sering menjadi tolok ukur peneliti untuk memilih jurnal target dengan mempertimbangkan kemungkinan tersitasi-nya artikel. Semakin tinggi IF, peluang sitasi ke sebuah artikel terpublikasi di jurnal target semakin besar.

Tips lain yang perlu diperhatikan para penulis adalah citation awareness (CA). CA terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah “melakukan sitasi satu atau dua paper dari jurnal target”. Sebagai contoh, kita ingin memasukkan paper kita ke jurnal target A. Sebelum memasukkan ke jurnal target A, terlebih dahulu kita perlu mengolah bagian Introduction dari manuskrip kita, sehingga kita bisa memasukkan salah satu paper yang sudah terpublikasi pada jurnal target A sebagai salah satu referensi pada manuskrip kita.

Mengapa hal yang demikian perlu? Salah satu alasannya adalah, “setiap jurnal selalu peduli akan nilai  IF-nya dan sitasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan IF”. Alasan kedua adalah, “CA menunjukkan kita peduli terhadap komunitas ilmiah yang menaungi jurnal tersebut”. Dengan melakukan sitasi paper yang telah terpublikasi pada jurnal target, kita menunjukkan kepada komunitas bahwa kita mengikuti perkembangan riset yang dipublikasikan pada jurnal tersebut.

Memilih sitasi yang baik, tentu juga harus kita pertimbangkan. Biasanya, sebuah jurnal mensyaratkan umur paper referensi tidak lebih dari 2 tahun. Misal, kita ingin memasukkan paper tahun 2014. Referensi yang kita masukkan sebaiknya berasal dari paper yang terbit tahun 2012 atau 2013. Selain itu, sitasi terhadap paper yang diterbitkan di sebuah jurnal umumnya memiliki “bobot” yang lebih tinggi dibandingkan sitasi terhadap paper yang diterbitkan pada sebuah prosiding seminar (lokakarya).

CA yang kedua adalah, mengusahakan sedemikian rupa agar manuskrip kita menarik, mudah dimengerti, dan memungkinkan untuk dijadikan referensi oleh peneliti lainnya. Dengan membuat manuskrip kita menarik untuk disitasi oleh peneliti lain, para reviewer dan editor akan tertarik untuk menerbitkan manuskrip kita di jurnal yang mereka kelola.

Memperhatikan kriteria penilaian manuskrip (review criteria)

Tidak semua jurnal mencantumkan kriteria penilaian manuskrip. Namun demikian, jurnal-jurnal yang memiliki reputasi baik biasanya mencantumkan kriteria penilaian untuk semua manuskrip yang masuk. Kriteria penilaian manuskrip adalah kriteria penilaian yang menentukan layak dan tidaknya sebuah manuskrip diterima pada sebuah jurnal ilmiah. Dengan memahami kriteria penilaian sebuah jurnal ilmiah, kita bisa menilai layak dan tidaknya manuskrip yang kita kirim dipublikasikan di jurnal target.

Ruang lingkup

Ruang lingkup jurnal menentukan seberapa besar readership yang diharapkan. Jurnal yang diterbitkan oleh komunitas ilmuwan regional (contoh: IEICE atau IEEJ Jepang) akan dibaca oleh mayoritas peneliti yang berada di wilayah Jepang dan China, meskipun artikel online bisa diakses dari seluruh dunia. Jurnal yang diterbitkan oleh asosiasi ternama dengan ruang lingkup internasional (contoh: IEEE untuk bidang teknik dan ACM untuk ilmu komputer) akan memiliki angka readership yang lebih tinggi. Semakin tinggi angka readership, semakin besar peluang sebuah artikel disitasi.

Jangka waktu penilaian sejawat

Jangka waktu penilaian sejawat menentukan berapa lama proses sebuah manuskrip dari mulai diterima oleh editor sampai dengan diterbitkan dalam bentuk paper. Normalnya, proses penilaian memakan waktu 1 sampai dengan 2 tahun. Namun demikian, beberapa jurnal ilmiah menyediakan penerbitan berkala dengan waktu penilaian yang lebih cepat, berkisar antara 4 – 6 bulan. Beberapa jurnal ilmiah juga menyediakan edisi khusus (special issue) dengan jangka waktu penilaian antara 3—5 bulan. Memilih jurnal dengan jangka waktu penilaian yang tepat sangat penting, terutama jika paper yang diterbitkan menjadi syarat lulus studi S3.

Biaya publikasi

Beberapa jurnal ilmiah mensyaratkan adanya biaya publikasi. Jurnal lain mensyaratkan biaya publikasi hanya jika penulis menginginkan papernya diakses secara bebas (open access). Selain itu, banyak juga jurnal-jurnal ilmiah yang tidak mensyaratkan biaya publikasi untuk penulis, tapi mensyaratkan pembaca jurnal membayar biaya tahunan untuk mengakses artikel yang diterbitkan jurnal tersebut. Memilih jurnal target berdasarkan biaya publikasi cukup penting, terutama jika alokasi dana untuk publikasi terbatas.

Bahasa

Mayoritas jurnal internasional diterbitkan dalam bahasa Inggris. Untuk memperbesar peluang diterbitkannya manuskrip kita, aksen bahasa Inggris pada jurnal komunitas tertentu terkadang menentukan (contoh: American english atau British english). Pastikan kita benar-benar tahu ketentuan aksen yang disepakati oleh pengelola jurnal target sebelum kita mengirimkan manuskrip kita.

Peng-indeks-an

Aspek peng-indeks-an menentukan jangkau jurnal kita. Untuk memastikan bahwa kita menerbitkan paper di ruang lingkup pembaca yang luas, setidaknya pastikan bahwa jurnal target ter-indeks di Scopus atau ScimagoJR.

Tampilan jurnal

Tampilan jurnal bukan faktor utama untuk menentukan bagus atau tidaknya kualitas sebuah jurnal. Akan tetapi, tampilan menjadi penting jika manuskrip kita mengandung banyak persamaan matematika, atau menampilkan gambar-gambar dengan ukuran yang cukup besar. Pastikan kita memilih jurnal target yang tepat dengan mempertimbangkan bagaimana hasil penelitian kita ditampilkan saat manuskrip kita dipublikasikan sebagai paper.

Demikianlah sepuluh pertimbangan untuk memilih jurnal target. Semoga artikel ini dapat membantu peneliti pemula untuk memilih jurnal yang pas sebagai langkah awal untuk berkontribusi ke komunitas ilmuwan.

Selamat menulis!

Be Sociable, Share!
Categories: Snapshot

Leave a Reply