Daftar Jurnal Terindeks di Scopus Per Oktober 2016

Update tanggal 6 Januari 2017:
Daftar jurnal yang telah terindeks di Scopus (Per Oktober 2016)

Update tanggal 8 Agustus 2016: 
Daftar jurnal yang telah terindeks di Scopus (Per Mei 2016)

File lama: 
Sekedar share dari Bpk. Teguh Bharata Adji, Ph.D., berikut ini file Excel yang berisi daftar jurnal ter-index di Scopus, lengkap dengan ISSN dan Impact Factor (2009) berdasarkan hasil penilaian Thomson Reuters.
mirror 1
mirror 2

Jawaban pertanyaan:

Menjawab pertanyaan Bapak Laksana Talenta dan Bapak Ferisman Tindaon :

Pak Ferisman, IF (impact factor) adalah ‘salah satu cara’ saja untuk mengukur kualitas sebuah jurnal. Berkualitas atau tidaknya sebuah jurnal bisa dilihat dengan berbagai cara, tapi salah satu cara yang mafhum dan banyak digunakan di dunia adalah dengan melihat IF dari sebuah jurnal. Bagaimana menentukan IF? Tentu dengan mengacu pada SCI (science citation index) yang saat ini dikelola oleh Thomson Reuters. Artinya, secara tidak langsung, IF sudah menjadi semacam “branding” milik Thomson Reuters, karena SCI dikelola oleh Thomson Reuters. Beberapa institusi pendidikan tinggi menggunakan tolok ukur IF ini untuk syarat mendapatkan “bonus” (bila berhasil publish di jurnal dengan IF tertentu), atau untuk syarat kelulusan mahasiswa paska sarjana.

Bagaimana dengan Scopus? Scopus adalah layanan database terbesar yang meng-index jurnal-jurnal / artikel yang telah melalui proses peer-review. Karena menjadi database abstrak dan sitasi terbesar di dunia, banyak institusi menjadikan Scopus sebagai salah satu tolok ukur juga untuk kualitas jurnal (karena Scopus tentu tidak sembarangan memasukkan jurnal untuk di-index di dalamnya). Ada institusi yang berpedoman, “untuk lulus, Anda harus submit di jurnal yang telah terindeks di Scopus”. Pernyataan ini, sedikit banyak, menyederhanakan cara memilih jurnal yang “dirasa memiliki kualitas yang baik”, dengan menjadikan Scopus sebagai standar penilaian.

Bagaimana dengan Scimago Journal and Country Rank (SJR) ? SJR menjadi alternatif dari journal impact factor, karena IF memiliki bias (berbasis jurnal yang berbahasa inggris). Dengan menggunakan metrics baru, yakni dengan mempertimbangkan asal negara, dan jumlah sitasi yang masuk ke jurnal tersebut, ada cara penilaian baru, yang mungkin saja meletakan posisi sebuah jurnal dalam penilaian yang berbeda (penilaian berdasar SJR atau berdasarkan IF). SJR ini bekerja sama dengan Scopus, sehingga jika sebuah institusi menjadikan Scopus sebagai pedoman penilaian jurnal, tentunya SJR-lah yang akan dijadikan poin penilaian.

Nah, maksud artikel yang saya posting di atas adalah, mencoba mempertemukan dua cara penilaian tadi (SJR dan IF), untuk keuntungan kita. Ada jurnal yang di-index di Scopus yang memiliki IF. Ada pula yang tidak ter-index di Scopus tapi juga memiliki IF. Untuk lebih amannya (karena masing-masing institusi memiliki cara penilaian yang berbeda), alangkah untungnya kita bila kita bisa publish di jurnal yang telah terindex di Scopus, sekaligus juga memiliki IF tinggi. Tentu ini hanya pendapat pribadi saja, tidak mewakili institusi manapun. Data yang ditampilkan dalam file adalah sebagian jurnal terindex di Scopus, yang juga memiliki IF (karena ter-index di SCI).

Demikian penjelasan saya. Mohon maaf atas kekurangan dalam artikel di atas, karena tidak mencantumkan maksud dari “mengapa hanya memilih sebagian jurnal yang ter-index di Scopus, yang telah memiliki IF”. Saya ucapkan terima kasih atas masukan dan koreksi dari bapak-bapak sekalian

Referensi: 

[1] Understanding Journal Impact Factor (part 1 and part 2), Accessed, 22nd October 2012, Available :

[2] Scimago Journal and Country Rank (SJR), as an alternative to Thomson Reuters’s Impact Factor and EigenFactor. Accessed, 22nd October 2012,  Available : http://www.scimagojr.com/news.php?id=41

 

Be Sociable, Share!

40 Comments

  • Laksana Talenta says:

    Salam,

    Kalimat "… berisi daftar jurnal ter-index di Scopus, lengkap dengan ISSN dan Impact Factor (2009) berdasarkan hasil penilaian Thomson Reuters" ini kurang tepat. Tak ada kaitan antara jurnal masuk SCOPUS dan Impact Factor. Hanya jurnal yang terindeks oleh ISI Thomson (Thomson Reuters) yang akan memiliki impact factor. Jurnal yang terindeks SCOPUS namun tidak terindeks oleh Thomson, sudah pasti tidak memiliki impact factor.

  • benny diah madusari says:

    Salam sejahtera,
    mohon bisa dikirmkan jurnal jurnal terindeks ke mail saya ya..terimakasih

  • Romansyah Sahabuddin says:

    PERTANYAAN SAYA PAK MOHON DIJAWAB, APAKAH JURNAL IOSRJMB YANG TERPUBLIKASI MASUK DALAM: DAFTAR JURNAL TER-INDEX di SCOPUS DAN dan IMPACT FACTOR BERDASARKAN HASIL PENILAIAN THOMSON REUTER…??? TERIMA KASIH SEBELUMNYA ATAS JAWABANNYA.

  • Ferisman Tindaon says:

    Saya sepaham tentang adanya ketidak terkaitan langsung antara jurnal masuk ke Scopus atau IP&S Thomson Reuters dengan Impact Factor sebuah jurnal. Please see also “http://www.scimagojr.com/news.php?id=41″ buktinya beberapa Jurnal Springer Publisher tidak terlihat di IP&S Thomson Reuters, dan ternyata telah memiliki Impact Factor yang relatif tinggi. Mohon pendapat.

  • Dwi Martani says:

    Mau tanya, saya lihat di SCOPUS jurnal Bisnis dan Akuntansi sedikit sekali, bahkan beberapa jurnal top tidak ada. Kalau ini dijadikan acuan dalam penilaian jurnal apakah menjadi fair?

    • Bapak Dwi Martani:
      Pertanyaan bapak, saya kira jawabannya akan sangat bervariasi, tergantung kepada institusi mana bapak bertanya. Saya sendiri, sampai saat ini kurang begitu mengamati perkembangan jurnal bisnis dan akuntansi di Scopus, sehingga terus terang saya tidak tahu seberapa banyakkah (dalam angka) jurnal-jurnal bisnis yang sudah ter-index oleh Scopus.

      Sebagaimana penjelasan saya, beberapa institusi menjadikan Scopus sebagai tolok ukur karena Scopus adalah salah satu penyedia layanan database dan abstract indexing terlengkap saat ini. Namun untuk menjadi tolok ukur di tiap-tiap institusi, masing-masing institusi tentu memiliki pertimbangan tersendiri, dan tidak selalu Scopus menjadi tolok ukur utama.

  • suharno suharno says:

    1. Pak sunu, saya sudah download daftar jurnal yang terindext di Scopus. Tapi bukankan itu tahun 2009. untuk tahun 2012 apa ya masih sama?
    2. pak Sunu, saya baru saja publish di jurnal international di Global Journal. Inc. dan menurut hemat saya jurnal tersebut sangat berkualitas. mengapa tidak masuk di scopus? Bagaimana menurut Bapak tentang Global Jurnal tsb.

    Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

    Suharno

    • Yth Pak Suharno,

      Benar pak, memang data tersebut data lama. Untuk data baru saya belum mendapatkannya. Kalau kelak sudah ada, insya Allah akan saya share. Mengenai kualitas, saya pikir sangat relatif dan sebagaimana diskusi di atas, tidak semua jurnal ter-indeks di Scopus, meskipun itu dinilai berkualitas. Bisa saja jurnal tersebut sudah ter-indeks di Thomson Reuters (sudah memiliki IF)

  • Yth: Pak Sunu
    Saya sudah publish di Jurnal JESD-IISTE impact factornya 7.15, terindex di EBSCO, PROQUEST, Copernicus, dll. tetapi tidak di scopus. Bagaimanakah kualitas jurnal itu?
    Saya juga publish di jurnal IOSR-JHSS, juga terindex di crossref, The Linguist,Cabell directories, Index copernicus, EBSCO, ULRICHS web, Sensei, Microsoft academic, Pro quest, Scirus, Google scolar.
    Bagaimanakah kulaitas jurnal tersebut ? apa bisa dipakai untuk pengusulan ke guru besar?

    Terimakasih sebelumnya

    Wassalam

    Waspodo Tjipto
    Unesa

    • Bapak Waspodo Tjipto,

      Terima kasih atas kunjungan bapak ke blog saya. Sebelumnya mohon maaf bila banyak kekurangan dalam artikel di atas. Sebagaimana diskusi sebelumnya, tidak semua jurnal ter-indeks di Scopus dan bisa jadi data yang ada dalam blog ini termasuk data lama (2009) yang belum menyertakan jurnal yang bapak maksud. Kualitas jurnal, tidak semata-mata diukur dengan ter-indeks di Scopus atau tidak. Bisa jadi jurnal tersebut sudah ter-indeks di Thomson Reuters (karena bapak menyebutkan , sudah memiliki IF), dan saya pikir termasuk sangat tinggi IF-nya. Masalah bisa atau tidaknya untuk menjadi guru besar, saya sendiri tidak dalam posisi untuk bisa memberikan jawaban pak. Tapi saya berdoa, semoga karya-karya bapak yang telah ter-publish mendukung pengusulan ke guru besar.

  • Yth: Pak Sunu

    1. Apakah jurnal yang tidak terindex di Scopus itu sama dengan jurnal abal-abal? atau jurnal bodong ?
    2. Apakah DIKTI hanya mengakui jurnal yang terindex di Scopus saja? Sementara ada penilaian lain dari sebuah jurnal yaitu Impact Factor.
    3. Apakah reviewer di DIKTI memahami tentang Impact Factor ini? Sebab banyak yang beranggapan bahwa orang DIKTI kalau nggak terindex di Scopus , ya tidak diakui.

    Mohon penjelasannya, Suwun.

    Wassalam

    Waspodo Tjipto

    • Yth. Bapak Waspodo Tjipto,

      1. Tidak selalu pak. Tidak semua jurnal ter-indeks di scopus. Dan bukan berarti yang tidak ter-indeks kualitasnya tidak baik. Scopus memudahkan kita untuk memilih jurnal yang baik, karena sudah melalui seleksi yang cermat oleh pengelola scopus sebelum jurnal tersebut di-indeks oleh scopus

      2 dan 3. Saya kurang mengetahui tentang hal ini, karena saya belum pernah bekerja sebagai reviewer atau asesor (kenaikan pangkat) di DIKTI. Ada baiknya bapak berkonsultasi langsung kepada mereka yang pernah menjadi asesor / reviewer di DIKTI. Masalah anggapan, saya sendiri tidak berani berkomentar banyak. Tapi mungkin saja, DIKTI menerapkan aturan ini untuk memudahkan proses seleksi dan menjamin mutu pengajuan kenaikan pangkat, Pak. Dengan adanya batasan ini, diharapkan seseorang yang mengajukan kenaikan pangkat benar-benar memperoleh pengakuan internasional dari komunitas / society yang memiliki reputasi (melalui jurnal yang mereka kelola). Saya pikir batasan ini cukup fair, karena di negeri tetangga (Malaysia), mereka juga memberlakukan hal ini, terutama untuk jadi staf pengajar permanen di sana.

      • Nurliani says:

        Yth: Pak Sunu
        Saya sudah publish di Jurnal JBASR (Journal of Basic and Applied Scientific Research) ISSN: 2090-4304. Apakah jurnal tersebut terindex di Scopus atau Thomson Reuters?. Bagaimanakah kualitas jurnal itu? Tks atas tanggapannya
        Wassalam

  • Jaenal Arifin says:

    Saya klik Daftar jurnal indonesia yang telah ter-indeks di Scopus dan mengarah ke Dropbox, tetapi Dropbox error pak…:-) padahal saya juga punya ID di Dropbox & sudah login. Mohon informasinya pak…? :-)

  • indrayuda says:

    Pak sunu yang terhormat,
    apakah Bapak dapat menginformasikan kepada
    saya tentang alamat redaksi jurnal internasional yang
    bereputasi, yang khusus mengenai masalah seni budaya

    sekian terima kasih pak.

  • mz.arifin says:

    Mau tanya, apakah Journal of Mathematics and Technology (JMT) terindex scopus? tks

  • Andreas says:

    Salam,
    Saya coba download update utk maret 2013 tidak bisa, kayaknya URL kurang sub URL “scopus”, berikut URL yg benar:
    https://dl.dropboxusercontent.com/u/71130583/blog/scopus/Jurnal_ID_Scopus_2013.pdf

  • fitriani says:

    salam pak saya sangat tertarik membaca artikel anda, saya juga telah membaca percakapan anda.
    Saya fitriani, saya adalah staff pascasarjana UNM saya diberi tugas oleh pimpinan untuk mengecek jurnal-jurnal yang berkualitas menurut DIKTI ketika ada mahasiswa yang berhasil publish artikel ke jurnal international tapi sampai saat ini saya belum bisa mendapatkan jurnal-jurnal yang dimaksud. mohon bantuan tentang hal ini

  • rosni says:

    Pak Sunu,
    Artikelnya menarik, tks. Pertanyaan saya Pak, jurnal yang terindeks scopus tidak otomatis masuk ke scimagojr ya, apa syarat yang harus dipenuhi supaya masuk scimagojr Pak? Contohnya telkomnika sudah scopus tetapi tidak terdaftar di scimagojr.
    Lebih bagus mana jurnal terindeks scopus atau jurnal nasional terakreditasi A?

  • Batara Surya says:

    Ass. Mohon informasinya pak, apakah jurnal modern applied science dan asian social science yang di publikasikan oleh canadian center and education Ltd terindeks di scopus dan memiliki infac faktor, mohon konfirmasinya pak, terima kasih sebelumnya.

  • ratna says:

    salam, Pak, mohon info, apakah Australian Journal of Commerce Study, telah terindex scopus ? kalau impact factornya masih 5,6.. terimakasih..

  • Syamsidah says:

    Artikelnya menarik pak, mohon dikirimkan ke email saya daftar nama-nama jurnal internasional terindeks scopus. Thanks pak…

  • Dasrun hidayat says:

    Au eJIR apakah terindeks Scopus?tks

  • Malan Lubis says:

    Mohon informasi apakah Multimodal Journal terindeks scorpus dikti ?

  • Herlina Manullang says:

    Siang, 3 Mei 2015
    Pada hulan maret 2015 yg lallu paper saya di piblikasi di International jornal of Social sciencies Radfame dan juga bulan april 2015 tulisan saya juga publisd di Ijbel melalui conference Klibel di Kuala Lumpur. Mohon informasi apakah kedua jurnal tersebut terindeks ?.

    Hormat saya
    Herlina Manullang

  • Meimoon Ibrahim says:

    Salam pak …
    Mohon info Pak… Apakah :Australian Journal of Basic Applied science dgn ISSN :1991-8178 itu merupakan Journal yang terindeks scopus atau tidak? jika ya. berapa impact Factornya dan DOI nya… Dan apakah bisa digunakan untuk pengusulan Guru Besar?
    Terima kasih

  • Burhan says:

    terima kasih pak

  • bursanom says:

    terima kasih pak atas tulisannya

  • ardi pramono says:

    Berapa lama tulisan kita yang termuat di jurnal terindex Scopus bisa mulai terdetek?

    • sunuwibirama says:

      Tergantung dari penyelenggara seminar mas. Kalau dia membuat kesepakatan dengan Scopus dan sudah approved, seharusnya bisa langsung diupload. Tapi kalau penyelenggara juga memiliki kesepakatan dengan organisasi profesi yang lain (misal IEEE), tentunya harus menunggu indexing dari IEEE dulu.

  • Broken link Gan. Diperbaiki ya… :)

  • Iswandi says:

    aku coba klik linknya tidak bisa , apa sudah expired ya ?

Leave a Reply