Toilet jepang dan adopsi teknologi barat

japanese_washlet

Washlet: Toilet duduk elektronik di Jepang yang dilengkapi dengan berbagai macam fitur-fitur untuk membantu pengguna tetap bersih, nyaman, dan hemat penggunaan air.

Jepang terkenal dengan kecanggihan mengadopsi teknologi barat dan memodifikasi sesuai dengan kultur penduduk dan kondisi demografis Jepang. Beberapa teknologi barat bahkan dimodifikasi supaya bekerja lebih efektif dan efisien. Konsep “continuous improvement” yang disebut dengan Kaizen (改善) ini masih diterapkan sampai sekarang di berbagai lini industri dan manajemen [1].

Kecanggihan ini sudah dimiliki sejak jaman Tokugawa Ieyasu dan penerusnya (1600-1868), saat mereka mengadopsi teknologi Belanda dalam bidang medis. Setelah restorasi Meiji, berbagai teknologi barat selain dari negara Belanda mulai masuk ke Jepang. Masyarakat Jepang dengan antusias mempelajari dan melakukan “reverse engineering” teknologi barat supaya sesuai dengan kondisi mereka sendiri [2]. Pada masa awal restorasi Meiji, Jepang mendatangkan ahli dari Amerika dan Eropa tidak hanya untuk mengurusi sains, teknologi, dan rekayasa saja. Para ahli ini juga diminta untuk mengajari penduduk Jepang tentang sistem manajemen, hukum, dan administrasi. Beberapa sistem barat diadopsi, dimodifikasi dan menjadi cikal bakal konsep Kaizen [1]. Jepang sangat menghargai para ahli dari barat. Bahkan gaji perdana menteri Jepang saat itu (800 Yen) lebih rendah dari gaji ahli rekayasa yang didatangkan ke Jepang (2000 Yen) [2].

Apa kunci sukses dari adopsi teknologi ini? Selain kemauan pemerintah untuk mempelajari teknologi dan melakukan reverse engineering (melihat, meniru, kemudian memodifikasi – niteni, nirokke, nambahi), investasi masyarakat Jepang dalam bidang pendidikan dan sumber daya manusia juga luar biasa. Bahkan pada era Tokugawa sendiri, ada sekitar 50% lembaga pendidikan swasta yang diinisiasi oleh masyarakat sipil. Ini menunjukkan bahwa kemauan orang tua untuk menyekolahkan anaknya sangat tinggi dan menjadi modal besar untuk proses “alih teknologi”. Selain itu, kemauan masyarakat untuk berwirausaha juga tinggi. Beberapa catatan sejarah menceritakan proses lahirnya perusahaan-perusahaan Jepang yang diinisiasi oleh mantan pegawai pemerintah (samurai) masa Tokugawa yang terdidik dalam bidang rekayasa.

Hasil paling nyata dalam adopsi teknologi ala Jepang adalah industri mobil mereka. Perusahaan mobil Amerika umumnya menerapkan konsep “large batch” dan hanya mampu menghasilkan produk yang kurang bervariasi dalam jumlah besar. Perusahaan mobil Jepang Toyota saat itu tidak memiliki peralatan besar secanggih perusahaan mobil Amerika. Namun demikian, Toyota menerapkan konsep “small batch and lean manufacturing”, sehingga Toyota mampu memproduksi jumlah mobil yang lebih bervariasi sesuai keinginan konsumen, tapi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Inilah keunggulan kompetitif mereka yang sampai saat ini bisa Anda lihat hasilnya. Bahkan saat saya mengunjungi Amerika, mobil-mobil yang berlalu-lalang di sana adalah mobil-mobil buatan Jepang.

Bagaimana dengan toilet ? Apabila Anda pernah mengunjungi Jepang, Anda pasti pernah melihat washlet, toilet elektronik yang membuat Anda bingung dan salah tingkah (lihat gambar di awal artikel). Jepang mengadopsi toilet duduk model barat (western toilet) dengan kebutuhan masyarakat untuk tetap menggunakan air [4]. Washlet, meskipun mengonsumsi listrik hampir 24 jam, dirancang untuk hemat air dan listrik. Bahkan beberapa washlet dilengkapi dengan “suara buatan” supaya pengguna washlet tidak malu saat buang air. Nah, untuk mengontrol fungsi-fungsi washlet ini, berbagai perusahaan menggunakan simbol berbeda dan terkadang ini membingungkan pelanggan, terutama orang asing yang mengunjungi. Maka, muncullah kesepakatan penggunaan simbol ini untuk memudahkan penggunanya [3].

Referensi:
[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Kaizen
[2] http://www.oxfordscholarship.com/view/10.1093/acprof:oso/9780198288022.001.0001/acprof-9780198288022
[3] http://www.japantimes.co.jp/news/2017/01/17/national/symbols-toilet-functions-unified-japan/#.WH_5BHdh1E5
[4] http://bidets.info-site.biz/history.htm

 

 

Be Sociable, Share!
Categories: Japan

Leave a Reply