paper_ieej_2013

Alhamdulillah. Just Accepted.

Initial submission: 27 May 2013 Revised: 30 October 2013 Accepted for publication: 12 November 2013  Total hampir enam bulan dibutuhkan untuk menunggunya. Satu paper. Diantara tiga manuskrip yang terkirim. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tathimush shalihat. Setelah 1,5 tahun lebih bekerja dan berdoa. 4 jam setiap hari kuarungi di atas kereta. 3 kali pulang dalam satu minggu. Berikut hari-hari bersama keluarga yang kukorbankan. Ya Allah. Terima kasih kau kabulkan doa ku. Semoga apa yang kukerjakan bermanfaat untuk sesama. Ya Allah, mudahkanlah langkah-langkah hamba-Mu. Ridhoi-lah langkah-langkah kami. Tokyo. 14 November 2013. 4:03 JST.


[Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur

Pagi ini, sembari menyeruput susu jahe yang nikmat, saya kembali membaca terjemahan salah satu ayat dalam surat Al An’aam yang dulu pernah saya baca bersama rekan-rekan seperjuangan di Bangkok saat kongkow-kongkow bersama setiap Sabtu Sore. Ayat itu kembali mengingatkan saya betapa Allah SWT selalu membungkus balasan-Nya kepada kita selaku umat-Nya dengan rasa sayang. Bagaimanakah hal tersebut terjadi? Ayat “ajaib” yang mempesona itu tak lain adalah Q.S. Al An’aam : 160 [1], yakni: “Barangsiapa yang berbuat kebaikan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)”. (Q.S. Al An’aam: … Continue Reading →


Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!

MasDab, artikel saya kali ini ‘sedikit bernada serius’ mengupas akhlaq bermuamalah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat yang mulia. Akhlaq ini, as usual, berlaku universal, pun untuk mereka yang bukan beragama Islam. Tentu saja, saya lebih berharap banyak kepada diri saya dan saudara seiman saya untuk mendapatkan manfaat setelah membacanya. Selamat membaca, MasDab. Semoga berkenan menjadi penyejuk hati. Di Penghujung Malam “Ya Allah yang Maha Pemurah, mudahkanlah segala urusan kami. Engkau adalah Dzat yang menguji makhluk sesuai dengan kemampuannya, maka mampukanlah kami melewati ujianmu” Demikian doa seorang hamba yang barangkali kita pun pernah melakukannya. “Dimudahkan segala urusannya” adalah ‘jurus … Continue Reading →


Renungan Susu Jahe – Ar Rahman 39

Pagi ini, seperti biasanya, MasDab membolak-balik Al Qur’an Syamil yang ia beli sekian tahun yang lalu. Al Qur’an saku yang setia menemaninya kemanapun ia pergi itu memang menjadi favorit MasDab karena menyediakan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Maklum, MasDab bukan ustadz, tapi cuman orang biasa saja. Awam dari ajaran Islam, tapi pengin ngerti “Islam itu kayak apa tho sebenarnya? Katanya indah, di sisi lain kok katanya mengajarkan kekerasan?” MasDab adalah orang yang tidak ngawur dan selalu ingin bukti. Makanya, MasDab tak henti-hentinya belajar Islam. Pagi ini, MasDab membaca-baca surat Ar-Rahman. Kata seorang teman, suratnya indah dan mengulang-ulang kata yang sama. MasDab … Continue Reading →


Buka dan Sahur ala Mahasiswa

Kalau ada acara makan-makan yang paling ditunggu rekan-rekan mahasiswa muslim di Thailand, jawabannya hampir pasti bisa ditebak : Buka Bersama di Kedutaan Besar RI (KBRI). Sabtu sore adalah hari paling ditunggu-tunggu oleh segenap masyarakat Indonesia yang ada di Thailand. Ya, tak lain dan tak bukan adalah acara buka bersama gratis di KBRI yang dilanjutkan dengan sholat tarawih berjama’ah. Selain menunya yang beragam, buka bersama ini juga memperat silaturrahim warga Indonesia di Thailand, khususnya antara staf KBRI, Masyarakat Indonesia (MI) dan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (Permitha). Lain bapak-bapak, lain pula gaya mahasiswa. Bujangan atau sudah berkeluarga, tidak ada bedanya. Bagi mahasiswa, … Continue Reading →


Antara Rating dan Tayangan Edukatif

“Wis le…, channel-e dipindah wae. Ibu wegah, lagi maem saur koq nang TV enek artis nirokake asu nguyuh, lha sik diuyuhi we podo-podo uwong ! ” (Sudahlah nak, channelnya dipindah saja. Ibu malas, sedang makan sahur koq di TV ada artis yang menirukan anjing buang air, lha yang jadi sasaran buang air sama-sama manusia lagi). Itulah ucapan spontan, simbok (bahasa Jawa, artinya Ibu) saya saat melihat sebuah tayangan pengantar saur yang jauuuhhh beda dengan tayangan tahun sebelumnya, di channel televisi yang sama. Saya, selaku anak, cuman mengangguk saja dan memindah-mindah channel mencari acara yang Islami. Yaa, namanya juga Ramadhan, masak … Continue Reading →


Mengapa Waktu Berharga ?

Wal Ashr, Innal Insaana laa fi husyr, ilalladziina aamanu wa ‘amilusshoolihaati, wa tawwashobil haqqi, wa tawwashobisshabr Waktu sangat berharga. Itulah mengapa Allah SWT banyak bersumpah dengan menggunakan unsur-unsur waktu. Setiap orang diberi 24 jam sehari. Tidak peduli dari rahim siapa ia dilahirkan. Ada yang bisa mengelola negara dengan waktu 24 jam. Ada yang bisa mengelola perusahaan-perusahaan besar dalam waktu 24 jam. Ada yang bisa menjadi pengusaha kaya dalam waktu 24 jam. Ada yang hanya hidup biasa-biasa saja dalam waktu 24 jam. Ada yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri dalam waktu 24 jam.


Download buku bagus ….

Hm ….barusan nemu’in link yang cukup bagus bwat resources-resources islami, bahkan ada nasheed segala (asikk,…), coba aja buka : streetda’wah –> home site dari web yang aku buka buku islami –> buku islami bagus..siap download


Parallel processing with single brain …

Apaan tuh ? Parallel processing … Whatever lah. Pernah denger kata-kata begini , ” Siap bekerja di bawah tekanan dan sesuai dengan target yang telah ditentukan” …? Yah,itulah yang dimaksud dengan kalimat di atas.Di bawah tekanan dan di target kapan harus selesai,….de el el. Hari-hari berat kini sedang kujumpai.Nggak tahu kenapa, gawean seolah-olah ‘mili’ ndak ada hentinya.Mana yang tugas kuliah, tugas sebagai pengabdi masyarakat,de el el.Yang menyebalkan, terkadang kita seolah-olah merasa ndak mampu menghandle semua, hanya karena kitanya yang masih belum ahli memanage waktu-waktu kita. Barangkali, kitalah yang terlalu banyak mengeluh (seperti saat ini misalnya,he..he…he..),sehingga justru kita lupa bahwa ada … Continue Reading →


TOP I (kekuatan di balik “yang awal”)

Kita tidak sedang bicara merk sebuah oli yang diiklankan di televisi, ataupun tentang artis yang sedang ngetop bulan ini Saat ini kita akan membicarakan tentang betapa berharganya sesuatu, yaitu “awalan”. Maksudnya gimana? Daripada kelamaan bingung, langsung kita mulai saja. Sebagai seorang pemuda, kita pasti punya seribu cita-cita. Termasuk cita-cita punya potensi atawa kemampuan yang hebat. Contoh kecil aja misalnya yang belum bisa renang pengin bisa renang, yang punya teman pengusaha sukses, pengin juga jadi pengusaha sukses, ada juga yang punya teman penulis pengin juga jadi penulis, dan lain sebagainya. Sayang, untuk menjadi itu semua rasanya sangat sulit untuk memulainya. Sehingga … Continue Reading →