Belajar Sprint Design: mahasiswa di kelas saya sedang mempelajari sebuah metode problem solving dan prototyping cepat yang diinspirasi oleh Google Sprint method.

Mahasiswa zaman now dan dunia kerja

Pulang dari Jepang tahun 2014, selain berinteraksi dengan dunia penelitian, sedikit banyak saya berinteraksi dengan dunia industri sebagai external supervisor. Jika ada manajer yang mengatakan, “Kebutuhan dunia kerja pada karakter lulusan perguruan tinggi berubah dengan cepat”, saya tidak bisa menolak. Memang demikianlah adanya. Celakanya, dosen di perguruan tinggi “biasanya” termasuk mereka yang perlu berlatih menghadapi perubahan. Di sinilah “gap” yang sering muncul dan mahasiswa adalah pihak yang paling banyak merasakan dampaknya. Lalu, apa saja kebutuhan mahasiswa millenial untuk bertahan dalam dunia kerja? 1. Tidak takut untuk belajar dari kesalahan. Dunia kita saat ini cenderung menuntut kita untuk “selalu berbuat benar” … Continue Reading →


wage

Berapa Gaji Dosen Muda di Indonesia?

Berapa gaji dosen di Indonesia ? Bisakah kamu hidup sejahtera? Dua pertanyaan itu beberapa kali pernah saya dengar, terutama saat saya berbincang dengan sesama dosen dari luar negeri. Rata-rata mereka penasaran dengan gaji dosen di Indonesia, terutama dosen muda yang baru saja pulang dari studi lanjut S-3. Saya biasanya hanya tertawa. Jawaban saya biasanya begini, “Take home pay tidak hanya datang dari gaji, tapi juga dari bermacam-macam pendapatan di luar itu. Alhamdulillah, selama ini kok saya dicukupkan dengan apa yang saya terima. Mungkin ini rejeki anak shalih, hahaha… “. Pertanyaan menggelitik itu terkadang muncul kembali saat sedang tidak ada kerjaan (literally, … Continue Reading →


finland_park

Ekonomi berbasis riset dan kualitas pendidikan: belajar dari Finlandia

Catatan perjalanan: Tampere, 16 Desember 2015 Penduduk seluruh Finlandia sekitar 5 juta orang. Bandingkan negara kita yang memiliki “kekayaan demografis” sebesar kira-kira 250 juta orang. Finlandia berhasil beralih dari negara agraris ke negara industri dengan mengeksploitasi sains dan teknologi. Mereka tidak seperti Cina, yang menggandakan produk-produk yang sudah jadi ke harga yang lebih murah. Finlandia lebih mirip Amerika, yang menggunakan riset sebagai basis untuk produk komersial. Alhasil, mereka pernah merajai dunia telekomunikasi dengan Nokia-nya. Merajai game dengan Angry Bird-nya, dan masih banyak lagi. Hasil ngobrol singkat dengan chief of industrial contact-nya kampus, ada satu hal yang menarik: “Finlandia itu domestic … Continue Reading →