japanese_washlet

Toilet jepang dan adopsi teknologi barat

Jepang terkenal dengan kecanggihan mengadopsi teknologi barat dan memodifikasi sesuai dengan kultur penduduk dan kondisi demografis Jepang. Beberapa teknologi barat bahkan dimodifikasi supaya bekerja lebih efektif dan efisien. Konsep “continuous improvement” yang disebut dengan Kaizen (改善) ini masih diterapkan sampai sekarang di berbagai lini industri dan manajemen [1]. Kecanggihan ini sudah dimiliki sejak jaman Tokugawa Ieyasu dan penerusnya (1600-1868), saat mereka mengadopsi teknologi Belanda dalam bidang medis. Setelah restorasi Meiji, berbagai teknologi barat selain dari negara Belanda mulai masuk ke Jepang. Masyarakat Jepang dengan antusias mempelajari dan melakukan “reverse engineering” teknologi barat supaya sesuai dengan kondisi mereka sendiri [2]. Pada … Continue Reading →


弘前城と桜 (Hirosaki Castle and cherry blossoms)

Belajar budaya Jepang: "Kenapa sopir kendaraan umum di Jepang sering bicara pada dirinya sendiri?"

Saya sering menerima pertanyaan dari teman dan saudara yang berkunjung ke Jepang. Mereka yang pernah naik kendaraan umum, terutama bus dan kereta, pasti sering melihat dan mendengar sopir bus atau masinis kereta sering bicara pada dirinya sendiri, bahkan sambil menunjuk-nunjuk kanan kiri depan. Untuk mereka, mungkin ini hal yang aneh. Tapi itu terjadi di semua tempat, di wilayah Jepang. Tentu bukan hal aneh untuk orang Jepang. Saya pun awalnya merasa demikian. Pada saat pertama kali saya datang ke Jepang, saya menganggap kebiasaan ini sangat aneh dan lucu, karena saya sama sekali tak pernah menemuinya di Indonesia. Dalam hati saya waktu itu … Continue Reading →


Catatan Kecil tentang 〜みたい、〜っぽい、〜らしい

あの人々、子供っぽい? Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, sering digunakan berbagai macam ungkapan yang terkadang jika diterjemahkan secara literal ke dalam bahasa Inggris atau Indonesia memiliki terjemahan yang hampir sama. Tiga di antaranya yang cukup membingungkan adalah “~mitai”, “~poi”, dan “~rashii”. Bagaimanakah penggunaannya? Saya mencoba mencari di internet dan mendapatkan banyak pembahasan yang cukup beragam. Beberapa di antaranya cukup menarik dan oleh karenanya akan saya cantumkan di artikel ini.


Flumpoolの春風

春風 作詞:山村隆太・百田留衣 作曲:百田留衣 PV ギターカバ   もっと 話していたいよ ずっと 笑っていたいよ きっと いつまでも 変わることない 君のいない 日々など 想像も出来なかった ずっと 手を繋いでいたい ぎゅっと 握り締めていたい きっと いつまでも 変わることない 君といた 日々を今 もう一度だけで いいから もしも願いが 叶うのならば 僕はいつでも 君に会いに行く 幾つもの夜 越えて来ただろう 君に捧げる ただ この歌を 凛とした君の顔も ちょっと甲高い声も いつか 記憶から 消えてしまうなら 今すぐ 「さよなら」 それが出来ないから 歌うよ たとえ願いが 叶わなくても 僕は迷わず 君に会いに行く 幾つもの夜 越えて来ただろう 君に捧げる ただ この歌を 去年君がくれた リュックのポケットに 「がんばれ」って書いた手紙 いま季節が変わる 新しい風よ吹け この声届け もう一度 君のもとへ 君といた街 雑踏の中 君の面影 探してしまう ただ会いたくて ただ会いたくて いつまでも ただ 立ち竦んでた もしも願いが 叶うのならば 僕はいつでも 君に会いに行く 幾つもの夜 越えて来ただろう 君に捧げる ただ この歌を 単語 話す (hanasu) : berbicara 笑う (warau) : tertawa 変わる (kawaru) : berganti 想像 (souzou) : imajinasi 繋なぐ (tsunagu) : menyambung 握り締める (nigirishimeru) : menggenggam erat 叶う (kanau) : menjadi nyata 幾つもの夜 (ikutsumono yoru) : beberapa malam 越えて来た (koete kita) : datang, mengarungi 捧げる (sasageru) : dedikasi ただ : hanya 凛とした (rin toshita) : mencoba menenangkan / … Continue Reading →


Belajar Baca Berita Bahasa Jepang

Situs web NHK やさしい日本語のニュース Dalam artikel kali ini, saya mencoba berbagi tips bagaimana cara belajar membaca artikel dalam bahasa Jepang dengan mudah. Untuk bisa membaca artikel dan memahami kontennya, tentu saja diperlukan pengetahuan dasar-dasar grammar dalam bahasa Jepang. Saya sendiri, sampai saat ini menggunakan dua buah referensi untuk belajar grammar bahasa Jepang: Tae Kim Guide dan Nihongo Resource. Pilihan pertama bagi saya lebih mudah untuk dipelajari karena menyediakan furigana (huruf hiragana kecil yang menjelaskan cara baca dari kanji kata benda). Untuk pilihan kedua, biasanya saya baca pada waktu senggang, untuk memperdalam pehamaman tata bahasa Jepang. Sebagaimana dijelaskan Koichi-san dalam blog … Continue Reading →


日米あいさつ言葉

日本人がアメリカ人によく聞かれて困る質問の一つに、”How are you?”は日本語で何と言うか、というのがある。もちろん日本語にも「いかがですか」とか「お元気ですか」などという言葉はあるが、「いかがですか」は多分病気の人に言うのがふつうだし、「お元気ですか」はしばらくぶりで会った人にしか言えない。つまり、毎日会う人に「いかがですか」とか「お元気ですか」と言うと、非常に変なわけである。日本人はその代わりに天気の話をすることが多いだろう。「いいお天気ですね」とか「寒いですね」とか、その日ね天気によっていろいろ言えばよい。


Blusukan-nya PM Naoto Kan, Tak Hanya Jokowi

[Gambar courtesy Kompas, 23 Maret 2011] Di Indonesia, sedang ramai istilah ‘blusukan’. Blusukan, yang diambil dari bahasa Jawa, memiliki arti bepergian ke pedalaman atau daerah yang jarang dikunjungi. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, menghiasi media massa karena sering mengadakan kunjungan mendadak untuk memeriksa kondisi lapangan langsung. Beberapa pihak, anggota dewan, politikus, pengamat, berkomentar positif maupun negatif. Mereka yang berkomentar positif mengatakan, “Pak Jokowi merombak birokrasi Indonesia”. Mereka yang berkomentar negatif mengatakan, “Ah, Pak Jokowi hanya carmuk, alias cari muka”. Ada yang menarik di sini. Blusukan bukan budaya baru sebenarnya. Sejak Umar bin Khattab jadi khalifah pun, blusukan sudah dilakukan. Bahkan beliau … Continue Reading →


夢のつづき

Judul: Keberlanjutan Mimpi  (夢のつづき ) Penyanyi: Kooji Tamaki (玉置浩二) 単語 (たんご): 夢(ゆめ): mimpi 木漏れ日(こもれび): ruas cahaya matahari menembus pepohonan 瞳 (ひとみ) : pupil mata 遠い(とおい): jauh 青い(あおい): biru 手帳(てちょう): catatan (buku notes) はさむ : menyelipkan 真夏 (まなつ) : pertengahan musim panas 夕暮れ (ゆうぐれ) : senja 記念 (きねん): kenangan 指輪 (ゆびわ): cincin 帽子 (ぼうし): topi 街角(まちかど): sudut jalan 広がる(ひろがる): menyebar luas 優しい(やさしい): hangat, ramah, lembut 季節 (きせつ): musim 巡り (めぐり) : kelilingan / putaran どれほど : seberapa banyak


h_meguro02

Bagaimanakah cara mendapat beasiswa belajar di Jepang?

Itu pertanyaan yang seringkali saya hadapi jika bertemu dengan adik-adik kelas, atau berkomunikasi di media sosial. “Mas, saya pengin sekali ke Jepang. Bagaimana caranya?” Sebuah pertanyaan yang dulu menghinggapi diri saya saat baru saja lulus S1. Nah, supaya Anda semua sedikit terobati galaunya, saya ingin berbagi beberapa tips. Mungkin postingan artikel ini begitu “klasik”, karena saya pernah beberapa kali menuliskannya. Namun, semoga kali ini bermanfaat! Apa yang ada di artikel ini? Informasi beasiswa ke Jepang, seputar studi di jepang (S1-S3), contoh soal ujian masuk ke universitas jepang, dan sekilas info tentang pameran pendidikan tahunan (jika ada, akan saya posting di … Continue Reading →


Jepang, Jawa, dan Norma Masyarakat

MasDab, dalam suatu jamuan keakraban di lab, saya pernah ditanya oleh rekan satu lab tentang alasan memilih Jepang sebagai negara untuk studi. Pertanyaan itu muncul tepat setelah saya bercerita tentang “kodawari” (hal prinsip) yang saya pegang terkait dengan “makanan halal”. Pertanyaan, yang menurut saya waktu itu cukup berat, harus saya jawab dengan elegan. Ia bertanya, “Kamu tahu, di Jepang, apa yang kamu pegang teguh itu akan sangat memberatkan. Kalau kamu memiliki berbagai macam pantangan dalam makanan, MENGAPA MEMILIH JEPANG sebagai negara tujuan belajar? Mengapa tidak ke negara lainnya ?” Pertanyaan itu benar-benar berat. Ibaratnya, kita ditanya, kalau kamu sudah tahu … Continue Reading →