Eksotisme Awan pada Foto

Kita akan kembali ngobrol-ngobrol sedikit tentang memanfaatkan momentum saat kita mengambil sebuah foto. Foto di atas saya ambil dengan menggunakan kamera poket (bukan kamera DSLR 1000D yang biasa saya gunakan hunting) merk Sony Cybershot DSC-S930, kamera standard biasa yang memang sedang diskon 2 minggu yang lalu di Pantip Plaza, Bangkok. Artinya, sebenarnya Sampeyan pun bisa mendapatkan foto yang ‘ciamik’ dengan kamera poket asal sampeyan ngerti bagaimana cara ngambil foto dan memanfaatkan momentum yang ada. Foto di atas saya ambil di sebuah temple di Ayuttaya Province, sebuah lokasi di mana pada tahun1351 sampai dengan 1767 pernah menjadi pusat dari kerajaan Siam … Continue Reading →


Teknik Isolasi POI dalam Fotografi

Teknik isolasi atau lokalisasi obyek dalam fotografi sangat sering kita jumpai. Pada art photography, teknik isolasi ini bisa dilakukan secara alami atau menggunakan perangkat lunak digital pengolah foto. Kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman menerapkan teknik isolasi alami dan buatan. Isolasi Alami dilakukan dengan konfigurasi shutter speed dan diafragma kamera, serta dilakukan secara langsung pada saat mengambil gambar. Pengaruh lensa tentu juga signifikan, apalagi jika Sampeyan punya lensa khusus, seperti tipe L (warna putih) atau lensa dengan fix focus. Isolasi Buatan bisa dilakukan dengan Sotosop (baca: Photosop). Saya bukan ahli Sotosop, tapi bisa menggunakan beberapa fungsi pengolah citra … Continue Reading →


Spin Effect in Photography

Apakah foto selalu harus jelas? Barangkali hampir sebagian dari kita akan menjawab, Ya. Tapi dalam dunia seni, keindahan sebuah objek bisa jadi sangat subjektif. Artinya, gambar yang menurut kebanyakan orang diasumsikan sebagai foto gagal bisa jadi justru memiliki nilai seni tinggi. Nah, kali ini saya akan menceritakan sedikit trik di dalam pengambilan gambar untuk menghasilkan spin effect atau spiral effect yang sejatinya bisa saja dibuat dengan software pengolah gambar seperti Photoshop. Spin effect ini dihasilkan dengan cara memfokuskan lensa di satu titik yang kita ambil. Cara ini bisa dilakukan dengan Auto Focus (AF) maupun Manual Focus (MF). Setelah fokus benar-benar … Continue Reading →


Sudut Pandang dan Momen

Nah, kembali lagi bersama saya membahas sedikit pengalaman saya menekuni “mainan baru” ini. Foto di atas adalah sebuah foto “sederhana” dengan sudut pandang dan momen yang tidak sederhana. Ya, sangat sederhana karena Anda bisa menjumpai objek foto ini (pohon dan lampu jalan) di mana saja Anda berada. Bahkan di depan rumah Anda pun bisa. Sangat sederhana. Tapi apa yang membuatnya berbeda? Tak lain adalah momen (waktu) dan sudut pandang kita terhadap objek tersebut. Foto ini diambil sesaat setelah usai lari sore-sore di dekat kampus KMITL. Sekitar pukul 18.00, matahari mulai terbenam dan menimbulkan efek gradasi yang sangat cantik di langit. … Continue Reading →


Tone dan Komposisi

Ahh…lagi-lagi ngomongin foto. Ndak papa yah? Kali yang lain seorang teman berkomentar di foto saya, “Tone dan kompo-nya bagus…”. Wah apa lagi nih, kok banyak istilah-istilah aneh muncul. Keingintahuan ini memaksa saya untuk membaca beberapa literatur. Kebetulan saja memang, foto yang saya upload “dianggap” memiliki tone dan kompo yang cukup menarik. Tone sendiri adalah komposisi warna dalam sebuah foto. Sebuah foto yang menarik biasanya memiliki tonal yang tajam, dengan kata lain warna di sana benar-benar terlihat jelas. Untuk menghasilkan foto seperti ini, tentu beragam cara bisa ditempuh. Salah satunya dengan melakukan proses adjustment dengan software pengolah citra, seperti Photoshop atau … Continue Reading →


Pake Tripod Dong!

Ya…itulah sindir seorang rekan saat saya mengupload sebuah foto nightshot lama saya. Memang ada benarnya menggunakan tripod pada saat memotret malam. Nightshot membutuhkan exposure yang cukup supaya cahaya yang masuk membentuk gambar yang indah. Apabila Anda menggunakan kamera SLR, niscaya Anda akan menemukan mode manual, dimana shutter speed (kecepatan membukanya lensa kamera) dan aperture (besar kecilnya lubang diaragma lensa) bisa diatur oleh pengguna. Mode inilah yang biasanya digunakan untuk menghasilkan jepretan nightshot indah tanpa blitz. Nightshot yang indah membutuhkan ISO (kepekaan menangkap cahaya) yang lebih tinggi dari kondisi normal. Selain itu, biasanya dibutuhkan aperture yang besar dan shutter speed kecil … Continue Reading →