PhD_crop380w

Apa yang diharapkan dari sebuah disertasi doktoral?

Ada sebuah buku menarik yang membahas tentang bagaimana memahami disertasi / thesis doktoral dengan baik. Saya beruntung menjadi salah satu pembaca buku itu, tepat pada saat saya mengerjakan disertasi saya.  Buku itu berjudul “How to Write a Better Thesis“, yang ditulis secara parallel oleh tiga orang professor: David Evans, Paul Gruba, dan Justin Zobel. Sebagai info, Justin Zobel adalah seorang professor di bidang computer science yang terkenal dengan bukunya: “Writing for Computer Science“. Dalam buku tersebut, di Bab 1, dibahas sebuah “guideline” untuk penguji disertasi doktoral. Dengan memahami guideline tersebut, diharapkan para pelajar bisa memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh penguji, yakni: … Continue Reading →


07-Sep-2013

"Rahasia" bagian referensi untuk seorang reviewer

Pada saat kita menulis paper ilmiah, tentu kita melakukan sitasi-sitasi dari paper sebelumnya. Paper-paper yang disitasi tersebut kita letakkan pada sebuah bagian yang kita namakan bagian “Reference” atau “Bibliography”. Ternyata bagian ini menjadi “short cut” penting untuk reviewer dalam menilai kualitas sebuah paper. “Rahasia” bagian referensi (Bibliography/References) pada sebuah paper, menurut Prof. Justin Zobel (2004) ada enam: 1. Referensi menunjukkan seberapa jauh pengetahuan penulis terhadap bidangnya. Semakin relevan dan semakin baru (kurang dari 3 tahun), penulis dinilai “aware” terhadap perkembangan terkini. 2. Jika referensi terlalu banyak (di atas 60 paper untuk technical paper, bukan review paper), dicurigai referensi yang relevan … Continue Reading →


[Review] Texpad 1.5.7 – Latex editor for Mac

I know there are a lot of reviews about Texpad out there, including this, this, and that one. However, my hands have been so “itchy” to write the review by myself, even though you can always directly visit the official website of the app to know what Texpad is and how it can help you doing your writing task. I got information about Texpad several weeks ago, right before revising my paper work. At that time, I was using TexStudio to do almost all of my writing stuffs. Despite of how sophisticated TexStudio in handling .tex file, I still found that … Continue Reading →


10 Alasan Menulis Publikasi Ilmiah untuk Orang Awam

(Picture courtesy of Gwen Dolin Pafford) Publikasi ilmiah, atau karya tulis ilmiah yang dipublikasikan, seringkali dilandasi dengan alasan teoritis “publish or perish” (publikasi atau musnah sama sekali). Dasarnya adalah mendokumentasikan ide-ide segar, penemuan, atau kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, sehingga penulis memiliki klaim di domain publik yang cukup kuat atas ide yang telah ia tulis. Benarkah demikian? Bagi sebagian orang mungkin ya. Tapi kebanyakan dari kita, menulis karya ilmiah kadang memiliki alasan-alasan lain yang lebih sering dijumpai di kehidupan akademis kita. Apa saja?


EMBC2013 – Pengalaman Menghadiri Seminar Internasional Terbesar di Bidang Biomedis

*Alhamdulillah* Akhirnya saya bisa berpartisipasi dalam salah satu seminar internasional ter-akbar di bidang rekayasa biomedis (biomedical engineering). IEEE EMBC 2013 (Engineering in Medicine and Biology Conference). Seminar ini biasanya diadakan dua tahun sekali di Amerika Serikat dan dua tahun sekali di luar Amerika. Beruntung sekali, kali ini diadakan di Osaka, sehingga menghemat biaya akomodasi dan perjalanan, hehe…. Bagaimana saya mendengar tentang “sakralnya” seminar ini? Saya tahu seminar ini sejak tahun 2008, saat saya menempuh S2 di Thailand. Saat itu, salah satu anggota lab menjadi wakil lab untuk hadir di EMBC 2008 yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada. Bisa dibayangkan betapa sibuknya … Continue Reading →


Konfigurasi pLatex pada TexShop

Bagi rekan-rekan pelajar dan peneliti yang berada di Jepang, seringkali kebingungan ketika dihadapkan dengan penggunaan latex untuk penulisan kanji. Sebagian template paper pun tak ketinggalan menerapkan peraturan penggunaan pLatex atau yang lebih dikenal dengan latex for Japanese kanji.  Artikel singkat ini sebenarnya dokumentasi pengalaman pribadi yang saya alami dalam mengkonfigurasi text editor TexShop di Mac untuk pLatex.  Semoga artikel ini bermanfaat bagi rekan-rekan yang menggunakan latex untuk penulisan kanji maupun penulisan karya tulis lain. NB: Bagi pengguna Windows dan Linux, bisa merujuk ke artikel-artikel yang saya lampirkan di bagian bawah. Langkah 1:  Untuk mendapatkan TexShop, bisa dengan meng-install paket MacTex atau dengan … Continue Reading →


Bagaimana Membuat Studi Pustaka yang Baik

(Image source: http://www.oxbridgeessays.com/blog/dissertation-literature-review/) Apa itu studi pustaka?  Studi pustaka, atau literature review, adalah bagian dari sebuah karya tulis ilmiah yang memuat pembahasan-pembahasan penelitian terdahulu dan referensi ilmiah yang terkait dengan penelitian yang dijelaskan oleh penulis dalam karya tulis tersebut. Studi pustaka menempati posisi yang tak kalah penting dari hasil penelitian karena studi pustaka memberikan gambaran awal yang kuat, mengapa sebuah penelitian harus dilakukan dan apa saja penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan. Dulu, sewaktu pertama kali menulis paper, saya bingung tentang tujuan studi pustaka. Membaca buku berjudul “Writing for Computer Science” karya Justin Zobel memberi sedikit pencerahan. Setidaknya, ada beberapa hal yang … Continue Reading →


iThenticate: Online Plagirsm Checker

Beberapa bulan yang lalu, saya diminta mewakili lab untuk mengirimkan sebuah paper penelitian ke konferensi internasional di Osaka, Jepang. Paper tersebut, alhamdulillah diteirma di konferensi EMBC 2013, salah satu konferensi terbesar untuk mereka yang berkiprah di bidang biomedical engineering dan computational medicine. Salah satu yang membuat saya cukup terkesan adalah digunakannya sistem online untuk mendeteksi plagiarisme, yang bernama iThenticate.


Apa itu PhD?

http://matt.might.net/articles/phd-school-in-pictures/ “Menjadi seorang akademisi bergelar doktor bukan berarti mengerti segalanya. Justru semakin tinggi gelar akademik seseorang, semakin banyaklah ia mendengar dan berkontribusi, bukan menghakimi”